Salam LUAR BIASA!

Kmaren sabtu aku dateng seminarnya Pak Andrie Wongso di Patra Jasa. Sebenernya sih gara-gara diajakin papaku. Tadinya kita sempet aga males, soalnya seminarnya dari jam 9 sampe jam 4. Tapi berhubung uda beli tiket ya uda kita coba dateng. Eh tnyata bagus loh, ga rugi dateng. Misua yang sempet pesimistik sama seminar-seminar motivasi aja bilang bagussssss. hehehe

Ehm sebelom Pak Andrie, sebelumnya ada pembicara lokal dari Semarang, namanya Pak Harjanto Halim. Sebenernya dia bukan pembicara sih, tapi pengusaha yang terhitung sukses di kota Semarang. Dia pendiri perusahaan Marimas, itu loh minuman serbuk yang rasanya macem-macem, ada jeruk, apel, sirsak, dan yang terbaru ini mau keluar adalah rasa blueberry (loh kok jadi promosi yak :P). Yah jadi dia sekedar diminta untuk share bagaimana perjuangannya dari nol sampai bisa seperti sekarang ini.

Aku pribadi justru tertarik pas Pak Harjanto ini bicara. Karena dia lebih banyak cerita soal pengalamannya, dan dia bicara dalam logat Jowo.. jadi asik aja ndengernya. Dia bilang dia dulu dilahirkan di keluarga yang cukup berada, dan dia beruntung bisa disekolahkan sampai master di Amerika. Setelah lulus kuliah, dia pulang Indo dan saat itu dia bingung apa yang mau dikerjakan. Dia pun mulai mencoba-coba membuat beberapa produk seperti STMJ (Susu Telor Madu Jahe) yang saat itu sedang ‘in’ di Indonesia. STMJ buatannya tak kalah enak dengan produk lain yang sudah ada, lalu ia mengusung brand Srikandi apa gitu *lupa* dan mengemasnya dengan kemasan yang beda dari yang lain, yakni warna pink dengan simbol brandnya sepasang pengantin dan dilingkari bunga-bunga. Dia lalu mulai blusukan ke pasar-pasar dan menitipkan produknya itu ke beberapa penjual di pasar. Selang berapa lama, ia melihat bahwa produknya tidak laku terjual. Kenapa? Nah dia pun penasaran dan bertanya pada si penjual. Kenapa STMJ nya tidak laku, padahal enak dan kemasannya pun bagus. Penjualnya berkata dengan polosnya.. “oh abis ini dikirain orang-orang BEDAK WANGI sih”.. olalaa.. Rupanya karena kemasannya yang pink, dengan simbol pengantin, membuat orang tidak ‘ngeh’ kalo itu adalah STMJ. Itu salah satu contoh pengalaman pertamanya yang tidak berhasil, tapi Pak Harjanto menarik pelajaran dari sini. Bahwa menjual produk itu tidak bisa sekedar produk yang enak dan berkualitas, tapi kemasannya pun harus ‘menjual’ dan tepat sasaran.

Setelah itu dia mencoba membuat produk-produk lain yang mana juga belom berhasil.. tapi dia tidak menyerah.. sampai suatu hari akhirnya ia punya ide untuk membuat minuman serbuk. Kala itu yang ada ialah sirop di botol, belom ada minuman dari serbuk. Maka ia mencoba membuatnya, dengan ongkos seminim mungkin, ia berhasil membuatnya dan rasanya enak. Lalu ia mulai menjualnya dan di luar dugaan, orang-orang menyukainya. Pasar menyambutnya. Produknya laku keras bak kacang goreng.

Setelah beberapa tahun, ia kembali dihadapkan pada suatu tantangan, yakni ada tawaran untuk mengiklankan produknya. Dia tahu dengan iklan, produknya bisa Go National. Bahkan produk sekelas Coca Cola (yang tidak diiklankan saja orang sudah tahu apa itu Coca Cola) tetap saja beriklan besar-besaran. Berarti kesimpulannya Iklan itu PENTING.. dan berguna! Tapi yang jadi masalah, biaya untuk iklan sangat besar, kira-kira waktu itu 600 juta selama 3 bulan. Padahal waktu itu omzetnya saja cuma 300 juta sebulan (omzet lho, bukan laba). Jadi sepertinya gambling untuk mengiklankan Marimas ini. Akhirnya Pak Harjanto tetap memutuskan untuk beriklan. Dan ternyata itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah dibuatnya. Orang-orang mengenal apa itu Marimas dan omzetnya pun naik luar biasa.

Ngomong-ngomong sampai saat ini dia merasa dia belum sukses. Katanya (aku setuju banged) sukses itu relatip, setiap orang punya target sendiri yang dia tentukan sebagai definisi ‘sukses’ tersebut. Seminar ini judulnya STRUGGLE, FIGHT, AND WIN YOUR SUCCESS. Beliau berkata bahwa dia masih Struggle & Fight. Selalu ada tantangan-tantangan baru dalam perjalanan Marimas, tapi ia mau terus berjuang dan belajar.

Oya menurutku yang berkesan dari Pak Harjanto ini, beliau berkata: 

“Anak orang kaya itu kadang susah kalo mo kerja, kalahnya sama GENGSI. Nah seperti waktu saya pulang dari Amerika, saya membawa titel master, lulusan Amerika pula! Rasanya mo ngelamar kerja apa kok keberatan dasi. Mo blusukan di pasar, orang bilang: walah lulusan master aja akhirnya jadi pedagang di pasar. Hahaha. Tapi orang kalau udah ‘cinta’ itu lain, seperti saya mencintai produk Marimas saya. Saya tidak malu blusukan di pasar dan mengundang orang-orang yang lewat untuk nyicipi minuman saya. Waktu itu saya kerja dari pagi sampai malam jam 11-12, capek iya, tapi rasa senangnya luar biasa..”

Masih banyak lagi cerita Pak Harjanto, tapi panjang sekali kalo diceritakan semua :) Berikutnya Pak Andrie Wongso..

Kesan saya, beliau benar-benar profesional membawakan acara seminar motivasi. Seminarnya lengkap dengan slide-slide (jadi ingat waktu aku kuliah :P), foto-foto masa kecil dan masa mudanya, bahkan animasi tentang perumpamaan yang dibikinnya. Pokoknya aku pikir: WOW niat banged yah!

Aku sudah pernah baca buku biografinya yang ditulis oleh istrinya, judulnya Andrie Wongso Sang Pembelajar. Jadi aku sudah tau pengalaman hidupnya sebelum dia cerita. Aku cerita sekilas ya. Pak Andrie ini gelarnya SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat), lahir dari keluarga miskin, ibunya mencukupi kebutuhan hidup dengan kerja keras berjualan kue-kue dan makanan lainnya. Waktu beliau kelas 6 SD, sekolah Tionghoa ditutup (jaman gestapo PKI). Lalu waktu dia remaja, dia sempet kerja jadi kuli tukang angkut kabel (hm aku jadi inget tokonya bapakku). Karena jadi tukang angkut-angkut itu, badannya jadi kekar, orang pun tertarik untuk minta diajari ilmu bela diri. Berhubung dia pintar karate, dia membuka kelas karate. Pak Andrie Wongso tahu menjadi kuli angkat-angkat bukan apa yang ia inginkan. Dia ingin jadi bintang film Hongkong. Setelah dia sempat gagal melamar pekerjaan artis di ibukota, ia sempat pulang ke Malang karena bapaknya meninggal. Tapi niatnya untuk menjadi bintang film Hongkong tidak pernah surut. Akhirnya ia mengirim surat lamaran kerja ke Hongkong disertai foto-foto action Karate nya (foto di Tarzan studio, btw foto-fotonya emang bagusss siehhh! kerenn! dan orangnya juga ganteng :P) Dan diterima! Singkatnya ia pergi ke Taiwan untuk syuting film disana. Setelah 2 tahun, karena kontrak habis, dia pulang ke Indonesia. Di Indonesia, karirnya sebagai model pun terbilang bagus, sekali foto dapat Rp.50.000, sehari bisa foto 3-4 kali, jadi ia mendapat penghasilan yang lumayan kala itu.

Beliau suka menulis kalimat-kalimat motivasi untuk ia baca sendiri. Temannya menyukai kalimat mutiara yang dibuat Pak Andrie dan menconteknya untuk dirinya sendiri. Pak Andrie melihat ini sebagai peluang, dia punya ide untuk mencetak pembatas buku bertuliskan kalimat-kalimat motivasi. Kala itu ia bertemu dengan mantan pacarnya (sekarang jadi istri), tetangga kos nya, dan mereka berkeliling untuk menitipkan pembatas-pembatas buku itu di toko-toko. Singkat cerita, itulah cikal bakal HARVEST, perusahaan yang mencetak berbagai kartu ucapan dengan kalimat-kalimat mutiara.

Namun seperti umumnya bisnis, ada waktu masuk dan ada waktu untuk keluar. Ketika tahun 90 an, kesuksesan Harvest pun mulai pudar. Penyebabnya tak lain adalah layanan SMS yang mewabah di Indonesia. Orang tidak lagi menggunakan kartu ucapan tapi lebih suka berkirim SMS. Harvest banting setir ke stationary. Suatu hari seorang teman dari Pak Andrie meminta Pak Andrie untuk jadi pembicara di sebuah acaranya. Lalu tawaran-tawaran lain mulai berdatangan, beliau berbicara di beberapa seminar motivasi. Sampai hari ini, Pak Andrie sudah menjadi motivational speaker di berbagai perusahaan besar di Indonesia, seperti: ASTRA, Garuda, Agung Podomoro, dan massssihhh banyak lagi (kalo lihat list nya kok rasanya smua perusahaan sudah pernah di ‘motivate’ oleh beliau ya). Lebih lengkapnya klik sini www.andriewongso.com.

Yang paling berkesan tentang Pak Andrie Wongso adalah self image nya yang sangat positip terhadap diri sendiri. Bagaimana seorang yang tidak lulus SD bisa menjadi pengusaha sukses? Tidak lain karena mentalnya yang luar biasa. Ia percaya Tuhan tidak memberikan nasib jelek kepada seseorang, Tuhan memberikan kemampuan untuk berjuang di tengah kesulitan. Karena itu setiap saat ia selalu memotivasi dirinya sendiri. “Andrie, kamu bisa!” katanya pada diri sendiri. Oleh karena itu, seperti beliau, mari kita belajar untuk mengucapkan kata-kata positip, percayalah bahwa masing-masing kita adalah orang yang LUARRRR BIASSAAA!!🙂

One thought on “Salam LUAR BIASA!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s