Aku Cinta Indonesia

Aku nonton debat capres kemaren, meski setengah-setengah karena sambil makan malam. Debat capres ini diharapkan menjadi sebuah debat yang seru mengingat ini debat capres terakhir sebelum pilpres. Ngomong-ngomong soal pilpres, sampai hari ini aku belom terima surat pemilihan suara, dimana yahhh surat hak milih nya?ūüė¶ Kadang aku berandai-andai kalo di negeri kita diadakan Online Pemilu, tentu lebih praktis. Buat yang gak punya akses internet ya harus¬†tetep nyontreng secara manual. Keuntungan Online Pemilu:

РIrit biaya (gak pake kertas segede gaban kaya pemilu kmaren)
– Praktis dan mengurangi golput (yang lagi liburan ke luar kota/negeri, tetep bisa ikut nyontreng. Contohnya misua yang hari ini ke Jakarta, berhubung belom trima surat suara yah dia brangkat ke Jakarta tanpa bisa ikut pemilu di Jakarta kan)
– Lebih rahasia (ya iyalah.. cuman di kamar between u and ur laptop)
– Meringankan pekerjaan para panitia KPU (terus terang aku gak bisa bayangin mereka bermalam-malam ngitungin ribuan surat suara secara manual dan primitip – dibuka lipatannya, dicatet, dicek, dicek, dicek, dan dicek lagi)
– para pemilih bisa lebih aktip (beberapa temanku ada yang tidak terdaftar di DPT pemilu lalu, berhubung sibuk / malas, akhirnya dia tidak berusaha mendapatkan surat hak milih nya, akhirnya ya gak nyontreng. Mungkin kalo pemilih bisa milih langsung tanpa pake DPT-DPT an, akan mengurangi golput)

Yah segitu aja sih. Tentu kita tahu kekurangan terbesar yang belom memungkinkan sistem ini dilakukan:

– Sistem Teknologi Informasi yang (mungkin) belom canggih, dan berbagai resikonya: hacking, cyber crime, etc yang bisa mengakibatkan data lost, data manipulation, etc.
РPengguna internet di Indonesia yang masih kecil, sekitar 10% dibandingkan dengan total jumlah penduduknya. Sumber:http://scriptintermedia.com/view.php?id=2527&jenis=ITNews
– Kecenderungan pihak yang kalah akan mengatakan bahwa ada manipulasi data dan blablabla.. dan mendesak supaya diadakan pemilu ulang (kenapa yah pihak yang kalah tidak bisa legowo menerima kekalahannya, segitunyakah ingin jadi orang nomer 1 negeri ini??)

¬†Kembali ke debat capres tadi. Satu hal yang membuatku mendongak dari makan malamku, saat debat capres itu¬†dibuka dan lagu Indonesia Raya berkumandang. Tiba-tiba pikiranku terbang ke beberapa tahun silam, saat aku masih kuliah di negeri kanguru. Selama beberapa tahun aku tinggal disana, setiap 17 Agustus ada perayaan Kemerdekaan Indonesia – entah oleh mahasiswa ato di gereja. Yang jelas biasanya panitia acara akan meminta kami berdiri sejenak dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Aku masih ingat betapa bergetarnya perasaanku ketika aku menyanyikan lagu kebangsaan di negeri orang lain. Campuran perasaan nasionalis bahwa aku orang Indonesia, bangga jadi orang Indonesia, serta kangen yang membuncah¬†dengan kampung halaman. Ternyata ada gunanya ya dari TK-SMA aku nyanyi lagu itu tiap upacara benderaūüėÄ, lagu ini membawa kenangan tersendiri akan Indonesia terutama ketika kita sedang jauh dari kampung halaman.

Beberapa waktu yang lalu aku juga nonton film KING. Film yang bagus dan mengajarkan kita bahwa kita patut berbangga terhadap negeri kita. Pemandangan alamnya yang luar biasa indah (sbenarnya banyak tempat bagus di Indonesia, sayang kurang dikelola oleh pemerintah) dan bulutangkisnya yang jadi juara dunia (dulu..). Overall, filmnya punya meaning dan nasionalis banged, didukung oleh jalan cerita yang tidak membosankan dan akting natural dari pemain-pemain cilik kita. Good Indonesian movie & two thumbs up for Ari Sihasale, the director!

Ketika aku akan balik ke Indonesia, banyak orang bilang, ngapain kamu pulang ke Indonesia? Disini kan sudah enak, bekerja gajinya jauh lebih tinggi (tentu kalo dikurs kan ke Rupiah), aman, nyaman, kemana-mana tinggal jalan kaki tanpa takut dirampok, teman Indo juga banyak. Aku cuma tersenyum dan berkata “Entahlah, rasanya aku lahir disana, aku juga ingin sampai tua disana. Tidak terpikirkan kalau¬†aku akan tinggal di negeri lain selain di Indonesia.”¬†

Terlepas dari segala kekurangan negeri kita, bagaimanapun ini adalah negeri kita. Sama seperti: sejelek-jeleknya orang tua, tetep orang tua kita. Rasa cinta itu ada – tidak disadari sejak kapan, tanpa sebab, tanpa alasan – It is in my blood. Is it in yours too?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s