Kisah kasih Krisdayanti – Anang

Perceraian..

sungguh bukan satu kata yang indah. Tapi sangat sakit ketika kata ini mampir juga ke kedua selebriti tanah air: Krisdayanti dan Anang. Sosok dua selebriti ini sudah jadi ikon rumah tangga yang sukses dan harmonis, tapi datangnya prahara itu rupanya sudah lama terjadi dan tersimpan dengan rapi. Mendengar bagaimana Anang berbicara dengan wartawan, begitu pula KD, terlihat jelas bagaimana mereka menghormati privasi rumah tangga mereka. Tidak sembarang kata bahkan keburukan pasangan yang diumbar. Tapi yang membuat sedih adalah ketika melihat mata KD yang berkaca-kaca dan tersendat-sendat ketika harus berbicara dengan wartawan tentang perceraiannya. Seakan ia tidak pernah bermimpi bahwa hal ini akan terjadi padanya. Bahwa ia berat harus merelakan kepergian sang suami dan anak dari kehidupannya. Mata itu berbicara lebih…

Sedangkan Anang, ketika ia berbicara, terlihat bahwa dia pun berat sekali untuk berpisah dengan istrinya. Matanya berbicara bahwa ia masih teramat mencintai KD. Bahwa anak-anaknya yang ‘lapor’ bahwa ibunya telah selingkuh dan mendorongnya untuk bercerai, mungkin membuat dia tidak lagi punya lagi alasan untuk memaafkan KD.

Di setiap tayangan infotainment, lagu-lagu yang menjadi background pun sangat ironis dengan pemandangan kisah kasih KD-Anang di masa lalu. Bagaimana mesranya mereka. Bagaimana duet-duet mereka yang sungguh membuat iri dan terlihat begitu saling mencinta. Kali ini untuk akhir kisah mereka, Anang pun membuat sebuah lagu: “Separuh Jiwaku Pergi”. Sungguh lirik lagu ini menyayat hati, menggambarkan betapa sakitnya hati seorang lelaki yang cintanya dikhianati.

Pernah kumencintaimu tapi tak begini
Kau khianati hati ini
Kau curangi aku..
(sepenggal lirik lagu “Separuh Jiwaku Pergi” – Anang)

Benarkah KD selingkuh atau ini sekedar ‘prasangka buruk’ dari anak-anak di bawah umur yang terlalu polos? Tapi kisah ini sudah bergulir menjadi akhir – yang tidak ada seorang pun di dunia ini ingin mengalaminya – perceraian.

Catatan Kaki

Kenapa yah semua orang yang istrinya berkarir cenderung mengalami masalah rumah tangga? Gak semua sih, tapi liat contoh berikut:

- Maia & Dhani – dulu waktu Maia belom terlalu terkenal, hubungan mereka baik-baik saja. Setelah Maia semakin menanjak karirnya, Dhani mulai tidak suka dan menalak Maia karena dianggap menelantarkan keluarga.

- Pasha & Oki – begitu bercerai, Oki langsung terjun sebagai selebritis, mulai model hingga nyanyi ia lakoni (kayak kejar setoran aja). Apakah ini karena selama pernikahannya ia ingin berkarir tapi terhambat oleh Pasha dan mengurus anak-anak?

Kadang wanita ingin berkarir dan mengejar kesuksesan, tapi betapa mahal harga yang harus dibayar kalau ia mesti bercerai. Ego pria tidak sanggup melihat wanita nya lebih sukses dan tidak membutuhkan dirinya (Oke tidak semua, tapi kebanyakan). Dan sebenarnya ini bukan murni salah si pria. Wanita yang sukses berkarir dan punya pendapatan tinggi (bahkan lebih tinggi dari suaminya), berapa banyak yang masih respect dengan sang suami? Berapa banyak yang menganggap pergi bersama teman pria itu sah-sah saja karena urusan bisnis, dan tidak mengacuhkan suaminya? (‘jangan marah say, ini kan demi hidup kita juga!’) Hati lelaki tentu terluka kalau wanita nya lebih bergantung pada orang lain selain dia.

Jadi bagaimana kesimpulannya? Terus terang aku juga mengalami career-or-housewife-syndrom *jadi curcol nih* Tiap aku menceritakan mimpi yang ingin kujalani, wajahnya agak masam. Mungkin dia takut kalau suatu hari nanti istrinya sibuk mengejar karir dan menomerduakan dia dan anak-anak. How about you? share please :)

About these ads

16 pemikiran pada “Kisah kasih Krisdayanti – Anang

  1. setuju. persoalannya bukan (saja) apakah si pria sanggup menghadapi kenyataan, bahwa istrinya lebih “berakselerasi”, tapi juga apakah dalam akselerasinya itu, si istri masih menaruh cukup respek kepada suaminya.

    cemerlangnya karir KD sejauh ini, saya kira juga dimungkinkan oleh “kerelaan” Anang melihatnya melesat… tapi kalo kemudian indikasi2 penyelewengan demikian kuatnya, saia kira persoalannya menjadi lain…

    *berasa jadi ahli gosip aku ah*

    *salam kenal*

  2. Honestly saya pinginnya jadi housewife cuma karna perbedaan umur saya dng suami yang cukup signifikan, so saya memutuskan untuk “ikutan” kerja (bukan soal gajinya …walopun itu juga penting, mana ada sih manusia yang gak seneng ma duit cuma itu buat back up if someday something bad happen..u know it). Memang sih gaji saya skrg cuma 1/2 dari “gaji” yang saya terima dari suami.Btw salam kenal ya sis…Goodluck for u

    • lah saya malah pengennya kerja.. tapi suami pengen saya jadi housewife aja. apa kita slalu pengen yang gak kesampean ya? seperti temen saya di FB statusnya:
      “yang gak kerja pengen kerja, yang kerja pengen jadi ibu rumah tangga aja, gimana sih?”
      hahaha kayanya bener juga ya?

      Eh knapa beda umur menentukan pilihan untuk kerja?

      • heeheheh..nengok “rumah” kamu eh malah pingin komen (lagi), ya iyalah sis masak ya iya dong (ngucapinnya pake gaya anak saya..). Suami kan uda tua sis ntar kalo ada something “bad” happen (i know it will be but i also know that i will never ready for it…), anak2 masi bisa ngandelin aku sis…

  3. klo gua malah pengennya jadi housewife ajah, gua udah mulai kerja dari smester awal kuliah sampe skarang (kurang lebih 7 tahun lah), udah cape, bosan, jenuh, males bangun pagi, melewati hari2 dengan rutinitas yang itu-lagi-itu-lagi, sebel banget klo udah hari senen, bahagia banget klo udah sabtu-minggu, apalagi klo gajian ^^;

    Tapi blom pernah ngerasain siy ribetnya jadi housewife yang kata orang2 bakal harus bertangan bak cumi-cumi buat ngurusin smua keperluan rumah tangga, mulai dari urusan dapur, cuci-mencuci, suami, anak, prt, bs, dll dkk
    Hahhah….

    Biasalah, kan rumput tetangga slalu lebih hijau, yang ini pengen itu- yang itu pengen ini.
    Contoh sederhana ajah:
    Yang rambutnya ikal di smoothing biar lurus
    yang rambutnya lurus di curly biar keriting
    Hihih…
    duhh comment ajah panjang bener :p

    • setubuhh!!
      dulu gw sempet kerja ma orang juga jenuhh, rasanya cuman kerja – tidur – bangun – kerja lagi, pengen kluar n punya kerjaan sendiri alias self-employed
      tapi sampe sekarang *berhubung dilamar orang* jadi housewife deh, heheh cita-cita self employed masih tertunda :P
      bentar lagi kan mey nikah, silaken menikmati asiknya jadi housewife yah :)

  4. Saia respect sama anang

    Tapi saia gak respect sama Dhani *Loh..kok malah jadi ngomongin orang hehehe…*

    sejauh ini si pacar tidak pernah mengahalangi saia mengejar mimpi2 saia, justru dia selalu memuji saia jika saia dianggapnya hebat begitu juga sebaliknya hehehehehe….mudah2an seh kayak gini terus kalo emang kita ditakdirkan tumbuh bersama sampai tua ^^

    *makanya gak kawin2, lah sibuk ngejer mimpi ^0^”*

  5. Aku seorang Ibu Rumah Tangga, melihat kesabaran Must Anang begitu terharu seoarang Bapa harus mengurus anak2nya sedangkan sudah kodratnya bahwa seorang Ibu harus mendidik, membelai, mengeloni anak baik suka dan duka. Aku merasa terheran mengapa hak asuh anak diberikan pada Must Anang dan saya rasa tidak ada perlawanan dari Mba KD tentang hak asuh anak.
    Ada apa sebenarnya dengan jiwa Mba KD?
    Apakah Mba KD akan mengiyakan apa yang menjadi prasangka para penggemar mu?

  6. semua tergantung wanit/sang istri kalau dia berkarier karna Ibadah, Insyaalllah langgeng2 aja,tpi kalau semata mata hanya karna uang dia akan mengejar uang dan mengorbankan sbg istridan seorang Ibu,itu sangat disayangkan berarti dia bekerja bkan untuk keluarga tpi untuk diri sendiri.

  7. tidak mungkin anak diasuh seorang Ibu yang sehari hari hanya mengejar uang dan karier, sya sbgai wanita kurang setujudgn kebanyakan wanita sekarang, sya jga wanita karier tpi tugas n kewajiban yg diutamakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s