DC: Childhood Dreams

Seperti kebanyakan anak-anak, dulu waktu aku masih SD, aku punya banyak mimpi tentang akan jadi apa aku nantinya. Salah satunya yang paling konsisten adalah komikus. Waktu SD aku demen banged baca komik. Koleksi komik bejibun, dari Doraemon sampai serial cantik. Nah ditunjang dengan hobi menggambar, jadilah aku suka menggambar tokoh-tokoh komik. Bahkan aku sering membuat cerita komik (walaupun yang berhasil ku-tamat-kan ceritanya cuman 1 hihi). Dulu koleksi gambar komikku ini sampai 1 laci, ketika akhirnya ada yang tamat, aku jilid trus kasi liat ke mama. Yah pokoknya waktu itu, aku merasa jalan hidupku adalah komikus. Dan pengennn banged ke Jepang – tapi sampe sekarang blom kesampean.

Kalau mundur waktu lagi, dulu pernah juga lo pengen jadi ballerina. Apalagi kalau bukan karena keranjingan baca Mari-chan. Wah itu serial top banged deh. Dari Happy Marry-Chan sampai Lovely Mari-chan, semua ceritanya tentang balet, anak angkat dan anak kandung (sampe bingung saking ruwetnya). Gini-gini aku dulu pernah les balet loh hahaha.

Semakin gede, mimpi-mimpi itu juga pudar. Berganti mimpi-mimpi yang lain. Sekarang kalau liat mimpi pas kecil, kok konyol banged ya. Tapi mendingan mimpiku dah daripada adik yang pas kecil kalau ditanya mau jadi apa, jawabnya: mau jadi tukang parkir! *dengan muka bangga lagi* hihihi. Oh ya yang jelas dulu pas kecil aku gak mau jadi artis.

Berikut cerita dari Mama
Mama: *lagi nonton TV bareng-bareng* Nik kalau dah besar mau masuk TV ga?
Aku (anak TK): gamau ah!
Mama: Loh knapa kok gamau? *agak-agak kuciwa*
Aku: Ntar kalo aku masuk TV gimana donk ga bisa keluar ketemu papa mama lagi.. *muka sedih*
Mama ketawa ngakak guling-guling.

Dalam bayanganku waktu itu, TV adalah sebuah kotak yang di dalamnya tinggal manusia-manusia yang tugasnya memberi hiburan buat kita. Jadi pikirku ih ngapain donk tinggal di kotak sempit bgitu, gabisa keluar-keluar dari kotak. Hahahaha naif banged ya pikiran anak kecil?

Sebenernya makin kita muda, mimpi kita makin naif. Smakin kita dewasa, mimpi kita cenderung realistis – atau bahkan tidak punya mimpi. Buatku sih mimpi itu kebutuhan. Something that make my life brighter, full of smile, energetic, & optimistic. Something that make me excited for tomorrow. Something that make me alive. So keep dreaming! And dream BIG. And don’t forget to pray🙂

PS: gambarnya kubuat sesuai lagu ‘Balonku Ada Lima’ hihihi

3 thoughts on “DC: Childhood Dreams

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s