Madre the Movie

Tadi siang gw n temen gw (yang ketauan dari instagramnya kalo sama kaya gw, pembaca novel-novelnya mba Dewi Lestari), memutuskan buat nonton bareng Madre. Ini aga ‘tidak biasanya’. Pertama Madre itu di semarang cuma dan hanya main di Citra bioskop, Citraland mall. Yang mana yah.. rata-rata temen-temen kita nonton di XXI Paragon, gak pernah di Citra. Note: biasanya Citra muter pilem-pilem Indo, dari horor komedi dll, tapi jarang muter film luar. Kalo gw sih masih kadang-kadang nonton di Citra tiap ada film Indo yang menurut gw bagus. Last time gw nonton di Citra itu nonton Perahu Kertas 1 dan 2 ama misua. Tapi temen gw ini, Bebe, nonton trakhir di Citra apaan coba? Ada Apa Dengan Cinta lohh.. ckckck jaman kapan itu?

Yang kedua, gw sama Bebe meski rajin ber bbm ria dan tinggal sekota, tapi trakhir kita bener-bener pergi bareng mungkin.. 3-5 taon lalu? Maklumlah dia dokter, punya anak n suami. Gw sendiri juga sibuk, ahahah blame the blackberry, it feels close without meet the actual person. Lagian semarang kota kecil, meski ga pernah janjian ketemuan, tapi kita selalu ketemu accidentally dimana-mana. Restoran, kawinan teman, dll. Nah karna kmaren ari gw liat di instagramnya doi baca buku Madre, so gw ajaklah doi nonton film nya.

Yang ketiga, 10 menit sebelom kita mau berangkat, tiba-tiba ujan dueressss banged. Pake gludug-gludug petir lagi. Gw pikir ini jadi ga yah nontonnya? Tapi ternyata kita tetep jadi pergi lohhh. Walau badai menghadang, kita tetep keukeuh mau nonton Madre hahaha.

Eh gw mau review aja kok prolognya panjang bener ya..

madre

Jadi ceritanya sedikit diimprovisasi dari bukunya, maklum karena ini hanya sepotong cerpen dari buku Madre, jadi kurang panjang kalo dibikin film.

Ceritanya ada seorang pemuda bernama Tansen, yang suatu hari terima warisan dari kakeknya yang baru meninggal. Tapi doi sebenernya ga kenal kakeknya itu. Doi bahkan tidak tahu kalo dia punya famili, mendadak dalam sehari sejarah hidupnya berubah. Separuh darahnya keturunan Tionghoa dan separuh India. Lalu warisannya itu adalah sebuah biang roti bernama Madre. Walaupun ini keliatan seperti ragi biasa, tapi pak Hadi, mantan pekerja di Tan De Bakker benar-benar memperlakukan Madre dengan khidmat layaknya manusia.

Tansen seorang surfer yang berjiwa bebas, iseng menuliskan pengalaman hidupnya di sebuah blog miliknya. Lalu seorang pembaca blog nya bernama Mei sangat tertarik dengan adonan biang yang diceritakan Tansen. Ia mengontak Tansen untuk membeli adonan biang tersebut tapi Tansen menolaknya. Dari situlah bermula pertemuan Tansen dan Mei yang intens, pada mulanya Mei tertarik pada adonan biang itu, namun lambat laun tumbuh perasaan yang lain di hati keduanya. Mereka berdua, dibantu para mantan pekerja Tan De Bakker menghidupkan kembali toko roti tersebut.

Cerita bergulir sampai klimaks. Perusahaan Fairy Bread yang dimiliki keluarga Mei, menekan Tansen untuk menerima manajemen baru di Tan De Bakker, atau menjualnya sekalian. Saat itu juga Tansen mengetahui bahwa Mei sudah punya tunangan. Tansen sangat terpukul dan pergi mengasingkan diri.

Lalu bagaimana kelanjutannya? Apakah Tan De Bakker tutup? Akankah Tansen kembali dari pengasingan dan menemui Mei? Akankah mereka bersama?

Haahaha no spoilerrr…😀 Silakan nonton ya, masih main di bioskop.

Komen gw setelah nonton film ini, gw lumayan enjoy nontonnya. Gw akui secara visual cukup memanjakan mata, jalanan yang tertata apik di Bandung (kalo tidak salah Jalan Braga). Tema kota lama, atau vintage nya dapet banged. Belum syuting adegan yang di Bali, wow kliatan cakep banged pemandangannya waktu si Tansen dan Mei di tepi tebing dengan latar bulan dan sejuta bintang. Scoring lagu-lagunya juga bagus, lawas dan vintage gitu. Tapi gw akui yang membuat mata gw fresh dari awal sampe akhir adalah si Mei (Laura Basuki), dengan kulitnya yang putih dan badannya yang tinggi menjulang, baju apapun yang dipake dia kliatan bagus smua! Gw kagum sama fashion stylist yang nyiapin wardrobe buat Laura Basuki, baju-baju dia cantik-cantik dan vintage look bangeddd. Tas-tas yang dipake dia juga ga kalah keren (LV, Hermes, ..) . Dan akting dia juga okee, natural gak berlebihan, PAS.

Kalo si Tansen (Vino G Bastian) aktingnya juga oke sih, tapi knapa yah, mungkin not my type of guy ya (sorry Vin), apalagi dari awal sampe akhir film doi berambut gimbal dan kulitnya tanned gitu. Okeey nothing personal dehhhh hauhauha tapi tetep yaa.. gw lbi suka tokoh cowo yang rapi jali donk wakakak.

Overall gw kasih nilai 7,5 deh buat film ini🙂🙂 Menghibur, lucu, romantis, pas.

Ini behind the scene nya: (kalo mau tau yang gw maksud: scoring lagu nya enak-enak)

http://www.muvila.com/video/special-madre-behind-scene-laura-basuki

http://www.muvila.com/video/madre-movie-behind-scene-vino-g-bastian

 

4 thoughts on “Madre the Movie

  1. Gw pengen banget nonton ini!!! Tampah pengen waktu baca tulisan lo ini!! Hadoh… Mana film indo suka ga bisa di donlod😦 Moga2 DVDnya cepet keluar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s