[Movie Review] Sweet 20

Sebetulnya gw ada hutang postingan jalan-jalan. Tapi karena ini lebih fresh, mendingan segera gw tulis dulu sebelom filmnya berhenti tayang di bioskop 😀

Jadi tadi gw movie date dengan beberapa temen cewe. Anak gw titipkan mertua wkwkwk. Gw selalu tertarik nonton film Indo yang kelihatannya bagus, jadi gw pernah nonton: Cek Toko Sebelah, AADC 1 & 2, Critical Eleven, Habibie Ainun, Supernova, dan masih banyak lagi. Pokoknya gw suka nonton film Indo asal bukan film horror 😛

Tadi gw nonton Sweet 20. Film ini remake dari film aslinya Korea Selatan, sudah di remake di berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, China, dan sekarang Indonesia. Judul aslinya di Korea adalah Miss Granny.

Pemain-pemainnya: Tatjana Saphira, Morgan Oey, Kevin Julio, dan masih banyak lagi.

Kisahnya seputar seorang nenek berumur 70 tahun bernama Fatma, yang sifatnya sulit dan menyulitkan menantunya dan membuat seorang cucunya juga tidak suka dengannya. Akhirnya mereka mulai mempertimbangkan untuk menitipkan Fatma di panti jompo, Fatma sedih dan berjalan-jalan diluar. Tak sengaja dia melihat sebuah studio foto, lalu masuklah dia dan berpikir untuk foto diri selagi dia belum terlalu tua, toh kelak fotonya bisa untuk dipajang di peti matinya. Tiba-tiba terjadilah keajaiban, Fatma kembali menjadi Fatma umur 20!! Cerita semakin rumit ketika Fatma yang cantik ini terjebak dalam cinta 3 lelaki, yang satu produser musik muda yang sukses dan tampan, yang satu cucunya sendiri, dan yang satunya adalah lelaki yang sudah mencintai dia bertahun-tahun.

Sekian spoilernya, selanjutnya harus nonton sendiri ya!!

Kesan gw:

  • Gw suka plotnya yang menarik, out of the box (begitulah tipikal film Korea, daya imajinasinya tinggi dan ide ceritanya ada-ada aja), gw ga bisa menebak endingnya. Bahkan gw cukup menikmati filmnya tanpa ingin menebak endingnya seperti apa.
  • Akting Fatma tua dan muda menurut gw sangat bagus. Akting pemain lain juga cukup baik. Hanya kadang gw berasa dialognya terlalu bahasa baku. Ayolah, kata-kata: “Aku mencintaimu” itu sepertinya ga lazim diucapkan kecuali di buku atau novel terjemahan. Mendingan: “aku cinta sama kamu” atau “aku sayang sama kamu”. Ini sering gw temukan di banyak film Indo, bahwa agak aneh mendengar aktor aktris ini bicara dalam bahasa Indonesia baku, yang pada kenyataannya kata-kata seperti itu jarang digunakan sehari-hari.
  • Gw suka lagu-lagunya. Meskipun lagu jadul, tapi ternyata enak didengar dan asyik juga.
  • Gw suka cerita filmnya itu nyambung dengan realitas kehidupan kita, yaitu melihat hubungan mertua dan menantu. Kalau selama ini kita sering melihat kisah menantu tertindas, kali ini kita bisa melihat dari sudut pandang yang lain, yaitu si mertua.
  • Filmnya lucu dan bikin gw ketawa-ketawa sepanjang film
  • Tapi ada bagian sedihnya, dimana gw akhirnya meneteskan air mata wkwkwk… (entah kenapa ya sejak gw jadi mama, gw mellow banget klo liat film yang angkat tema ibu-anak, bapak-anak)
  • Film ini menawarkan paket komplit: ada lucunya, ada mengharukannya, dan ada meaningnya. Ditambah wajah imut Tatyana 😀
  • Gw kurang suka dengan model rambut Fatma muda, agak aneh menurut gw wkwkwkk..

Sebenernya ya, gw nonton film ini jadi keinget sama emak gw lho.. Mak gw nih mirip ama si nenek Fatma, dari mulai ditinggal mati suaminya waktu umur 30an, membesarkan dua anak cowok seorang diri sampe semuanya bisa kuliah, sifat sulitnya, dll yang pernah gw tulis disini.. Oyah dan mak gw juga suka nyanyi. So I can relate to this wkwkwk. She’s 92 now.

Overall filmnya sangat recommended untuk ditonton!! Ayo buruan sebelum filmnya abiss di bioskop 😀 😀