Crazy Rich Asian

Siapa yang belom nonton film ini?

Pasti banyak yang sudah donk yaa. SPOILER ALERT yang di bawah yaaa, kalo blom nonton gausah baca πŸ˜€

Gw nonton film ini kurang lebih sebulan yang lalu. Gw agak surprise waktu gw bilang mau nonton film ini, eh misua bilang dia mau ikut. Kata dia review film ini di rottentomatoes bagus banget dan dipuji oleh kritikus2 film. Gw sebenernya gatau apa2 tentang film ini, baca novelnya juga nggak, liat trailernya juga nggak. Jadi gw masuk ke gedung bioskop tanpa banyak ekspektasi.

Ternyataaa film nya bagusss pisannn!!! Gw paling terharu pas Nick Young berlutut di pesawat, buka box dan disitu ada cincin mamanya. Surprised banget gw dan langsung seketika pengen nangis πŸ˜› Adegan itu penting banget dan penuh arti, karena buat seorang Asian woman, sangat besar arti blessing mama mertua πŸ™‚

Gw suka film ini karena sangat relate dengan kehidupan kita orang Asia. Yang meskipun kaya tujuh turunan, tapi masih ada sisi ‘normal’nya. Collin dan tunangannya ngajakin Nick dan Rachel makan di street food waktu pertama mereka sampai di Singapore. Si Eleanor waktu pesta di rumahnya masih turun sendiri ke dapur kasi perintah koki-kokinya. Keluarganya juga masih pegang tradisi, bikin dumpling rame-rame handmade.Β  Dan penggambaran di filmnya ini sangat thoughtful. Eleanor ini old money – OKL (Orang Kaya Lama), yang baju-bajunya polos tanpa label yang ‘berteriak’ tapi sebenernya keluaran brand mahal. Dan kalo diperhatikan, Eleanor ini seringnya pake baju nuansa hijau, classy dan elegan. Setidaknya gw perna denger costume designernya memang memikirkan konsep demikian untuk Eleanor. Oh dan u know what, cincin hijau zamrud yang indah itu aslinya beneran punya Michelle Yeoh lho!

Sedangkan si Peik Lin dan keluarganya lebih mirip new money – OKB (Orang Kaya Baru) terlihat dari cara berpakaiannya yang lebih ‘rame’ dan ‘meneriakkan’ label brandnya. Lalu rumahnya yang katanya terinspirasi Trump’s bathroom!

Gw juga suka dengan adegan Astrid Leong. Si cewe dari keluarga super kaya, sepupu Nick Young, yang menikah dengan orang ‘biasa’. Gw suka banget dengan kalimat terakhir dia pada suaminya (dan dengar-dengar adegan ini twist banget dari bukunya):
“It’s not my job to make you feel like a man. I can’t make you something you’re not.”
Suaminya selalu merasa insecure sebagai pria ‘biasa’ yang menikah dengan wanita super kaya, dan Astrid selalu berusaha menjaga perasaan suaminya. Sampai dia tau kalo suaminya diam-diam selingkuh.

Film ini recommended banget dah untuk ditonton!

Dan setelah gw selesai nonton, mulai tuh gw cari-cari soundtrack film ini di Youtube. Terutama lagu terakhir yang pake bahasa Mandarin tapi adaptasi dari lagu Barat. Ternyata baru ngeh klo itu lagu Mandarin diadaptasi dari Yellow-nya Coldplay, pantes berasa familiar banget lagunya πŸ˜€

Dan gw nemu fakta menarik tentang dipakenya lagu ini. Katanya awalnya si sutradara Jon M. Chu pengen banget pake lagu Yellow Coldplay untuk klimaks scene film ini, tapi pihak Warner Bros Studio khawatir karena kata Yellow itu sering dipake untuk sikap rasis / merendahkan orang Asia. Akhirnya sutradara berhasil meyakinkan pihak studio dengan berkata: β€œIf we’re going to be called yellow, we’re going to make it beautiful.

Lalu gantian Coldplay yang menolak lagunya dipakai, kemungkinan karena alasan yang sama, karena takut Yellow ini akan menjadi suatu kontroversi sehubungan dengan filmnya yang all-Asian cast. Tapi Jon M. Chu tidak menyerah dan menulis surat pribadi ke Chris Martin, Guy Berryman, Jonny Buckland and Will Champion (Coldplay’s members).

Jon Chu’s letter to Coldplay

Dear Chris, Guy, Jonny and Will, I know it’s a bit strange, but my whole life I’ve had a complicated relationship with the color yellow. From being called the word in a derogatory way throughout grade school, to watching movies where they called cowardly people yellow, it’s always had a negative connotation in my life. That is, until I heard your song.

For the first time in my life, it described the color in the most beautiful, magical ways I had ever heard: the color of the stars, her skin, the love. It was an incredible image of attraction and aspiration that it made me rethink my own self image.

I remember seeing the music video in college for the first time on TRL. That one shot with the sun rising was breathtaking for both my filmmaker and music-loving side. It immediately became an anthem for me and my friends and gave us a new sense of pride we never felt before…(even though it probably wasn’t ever your intention). We could reclaim the color for ourselves and it has stuck with me for the majority of my life.

So the reason I am writing this now, is because I am directing a film for Warner Bros. called CRAZY RICH ASIANS (based on the best selling novel) and it is the first ALL-ASIAN cast for a Hollywood studio film in 25 years. Crazy. We were recently featured on the cover of Entertainment Weekly to commemorate the fact.

The story is a romantic comedy about a young Asian-American woman (played by Constance Wu) from New York coming to terms with her cultural identity while she’s visiting her boyfriend’s mother (played by Michelle Yeoh) in Singapore. It’s a lavish, fun, romantic romp but underneath it all, there’s an intimate story of a girl becoming a woman. Learning that she’s good enough and deserves the world, no matter what she’s been taught or how she’s been treated, and ultimately that she can be proud of her mixed heritage.

The last scene of the movie shows this realization as she heads to the airport to return home a different woman. It’s an empowering, emotional march and needs an anthem that lives up and beyond her inner triumph, which is where Yellow comes in.

It would be such an honor to use your song that gave me so much strength throughout the years, to underscore this final part of our film. And for me personally, it would complete a journey that I’ve been going through, fighting to make it in the movie business.

I know as an artist it’s always difficult to decide when it’s ok to attach your art to someone else’s–and I am sure in most instances you are inclined to say no. However, I do believe this project is special. I do believe this is a unique situation in which the first Hollywood studio film, with an All-Asian cast is not playing stereotypes or side-players, but romantic and comedic leads. It will give a whole generation of Asian-Americans, and others, the same sense of pride I got when I heard your song. I know it’s recontextualized but I think that’s what makes it powerful. I want all of them to have an anthem that makes them feel as beautiful as your words and melody made me feel when I needed it most.

Your consideration would mean so much to me and our project.

I can show you the movie if you want to see the context, or talk to you if you have any questions. Thank you for taking the time to listen.

Much love,

Jon M. Chu

And Colplay finally give an OK.

Sejak itu gw denger lagu Yellow jadi merasa punya arti. Jon M. Chu sendiri adalah seorang Chinese American dan tahu rasanya menjadi seorang dengan mixed identities and culture blend. Dia tau banget bagaimana membawa cerita Rachel Chu – yang juga seorang Chinese American dalam cerita ini. Bagaimana bahwa Rachel merasa dia seorang Chinese – yang sama seperti Nick, tapi ibunya berkata bahwa Rachel bukan benar-benar Chinese karena dibesarkan di Amerika dan punya pemikiran orang Amerika. Demikian pula alasan Eleanor tidak menyukai Rachel, bukan karena Rachel tidak kaya, tetapi Eleanor merasa Rachel itu perempuan Amerika! Dan perempuan Amerika itu menomorsatukan mimpi dan karir daripada keluarga.

When you are a Chinese American, American will always say you are Chinese people. But Chinese native will say, you are not really Chinese!! I think that’s what the director felt, and also many many others Asian American.

Oh ya fakta lainnya: penyanyi cover lagu Yellow,Β  Katherine Ho – yang masih sangat muda, juga seorang Asian American. Kina Grannis – yang nyanyi Can’t Help Falling in Love waktu nikahannya Collin – juga seorang Asian American. Memang bener di film ini, semuanya all-Asian cast!!

Kalo tertarik baca fakta-fakta tentang Crazy Rich Asian berikut link nya:

Yellow cover song almost didn’t make it to happen
https://www.bustle.com/p/the-yellow-cover-in-crazy-rich-asians-almost-didnt-happen-for-a-number-of-reasons-10225822

Mahjong scene explained
https://www.vox.com/first-person/2018/8/17/17723242/crazy-rich-asians-movie-mahjong

And here are the songs, cover by Katherine Ho and original by Coldplay πŸ™‚

Iklan

Jalan-Jalan Jogja

Udah lama banget vakum nulis. Sekarang mumpung ada waktu mau bayar hutang postingan πŸ˜›

Sebelumnya maaf kalo postingan ini agak basi, karena uda dari tahun lalu. Tapi ditulis disini biar gw sendiri inget tahun lalu ngapain aja, pergi kemana, dan siapa tau infonya berguna buat yang baca πŸ˜€

Ceritanya gw ni kan tertarik dunia ilustrasi ya, dari kecil emang hobi gambar, tapi baru mulai tahun lalu gw belajar lukis watercolor secara otodidak. Biasanya mah gw gambar manga pake pen, trus lama-lama digital coloring, klo watercolor ilmu gw sebenernya NOL. Gw juga sering dikira anak disain saking sering nerima kerjaan disain logo, ilustrasi, dll. Padahal sebenernya gw sama sekali ga pernah kuliah disain, gw kuliahnya IT alias Teknologi Informasi. Jauh banget yaa wkwkwkk.. ya intinyaa.. karena gw sadar skill gw terbatas, kalo ada kesempatan gw pingin banget belajar formal. Dulu bahkan gw sempat bercita-cita mau kuliah lagi ambil disain, yang mana keinginan itu terbang begitu gw menikah dan punya anak πŸ˜€

Untungnya sekarang jaman sosial media, dimana kita gampang banget kalo mau belajar sesuatu. Video masakan? Banyak. Tutorial watercolor? Juga banyak. Dan kita bisa lihat banyak karya ilustrator-ilustrator yang bagus-bagus. Baik dalam negeri maupun luar negeri. Gw ada follow beberapa illustrator dalam negeri yang menurut gw karyanya bagus banget, dan beberapa sering diundang / adain sendiri workshop ilustrasi. Gw pengennn banget bisa ikut tapi cuma bisa gigit jari karena semua workshop itu selalu diadakan di Jakarta! *berasa ga adil banget karena gw tinggal di daerah.

Kalo yang di Jakarta dan suka belajar hal baru, bisa follow @maubelajarapa. Gw selalu mupeng pengen ikutan kelas-kelasnya. Sayang di Jakarta atau Surabaya aja adainnya 😦

Prolog gw panjang bener yakk..

Tiba-tiba di suatu hari keberuntungan gw, salah satu ilustrator kenamaan yang gw follow, umumin di story IG nya kalo dia mau liburan ke Jogja dan berpikir untuk adakan workshop ilustrasi, tempat terbatas. Langsung mata gw bulet 100%, lari ngomong sama misua sambil pasang tampang imut mengiba supaya gw diijinkan ikut workshop ilustrator ini di Jogja. Karena paling tidakkk gw gak harus naik pesawat kalo cuma ke Jogja. Dan tentu embel-embelnya “sekalian ajak anak-anak jalan-jalan” wkwkwkwk acara workshopnya pas hari Sabtu jadi bisa sekalian jalan-jalan Jogja.

Oh ya gw emang emak rempong yang kalo gw pergi kemana, pasti gw bawa pasukan misua dan anak-anak πŸ˜›

Hari Sabtu tanggal 3 Juni 2017, kita berangkat ke Jogja pagi-pagi, karena workshopnya jam 1 siang. Ternyata di luar perkiraan, ga macet sama sekali, jadi jam 10 kita uda sampe Magelang, masih too early untuk langsung ke tempat workshop. Akhirnya spontan kita googling enaknya mampir kemana dulu di daerah Magelang. Akhirnya gw usul brunch ke Plataran Borobudur, soalnya hasil gooling reviewnya bagusss. Langsung belok dehh..

PLATARAN JOGJA (PATIO RESTAURANT)

sampe di Plataran

img_5319

ini anak bawa kamera lama gw, dijadikan hak milik dia untuk foto-foto, gamau kalah sama mamanya πŸ˜›

ini juga sibuk explore sana sini

suasananya rindang damai dan tempatnya besar

ada kolam renangnya

Jadi di Plataran ini ada dua restaurant. Yang satu namanya Stupa, view nya sawah dengan masakan Indonesia. Satu lagi namanya Patio, view nya Borobudur dengan masakan Western. Kita nyobain yang Patio. Disini juga ada hotelnya untuk menginap lho.

Gw kira tuh Candi Borobudurnya di depan mata karena namanya Plataran (halaman) Borobudur, ternyata jauh disono wkwkwkk

ada miniatur Borobudur untuk berfoto

bisa duduk santai outdoor

ini semacem egg benedict atau apa, lupa wkwkwk. Makanan disini agak pricey ya, kayanya memang jual tempat dan view

doi makan nasi goreng

mau lihat bintang

di tempat parkiran ada ini, segera berfoto dulu πŸ˜€

 

ILLUSTRATION WORKSHOP

Setelah puas santai-santai dan nyemil di Plataran, kita meluncur ke tempat workshopnya: Lokal Restaurant di Jogja. Lokal ini termasuk restaurant dan hotel yang terkenal di Jogja karena nyeni-nyeni gitu tempatnya πŸ˜€ Kita dulu sudah pernah makan disana. Workshop jam 1 sampai jam 4, yang mana molor sampe jam 5-5.30 karena kita juga foto-foto di akhir acara.

Ilustratornya adalah Rachel Ajeng, yang nengok IG nya pasti sepakat kalo doi sangat talented. Dia sedang liburan ke Jogja terus adain workshop ilustrasi dengan tema Fairytale. Bayarnya 475k, dapet: watercolor brush, watercolor paper, palet beberapa warna dari Winsor & Newton cotman paint, pencil + eraser, lunchbox + drink, handout.

Meskipun harganya gak murah, tapi menurut gw sangatlah worth it. Ilmu yang didapat banyak, gurunya ga pelit bagi ilmu tips and trick, dikasi pamflet kecil juga isinya basic watercolor info. Gw baru tau jenis-jenis kertas watercolor disini, jenis-jenis brush, jenis paint. Oh dan kita dikasi liat gurunya praktek ngelukis langsung di depan kita, abis itu kita praktek juga.

ini difoto di rumah, kenang-kenangan apa yang gw dapat dari workshopnya (iyah itu palette nya ama brushnya dikasi juga)

with young & talented artist Rachel Ajeng, her works are adorable

Peserta workshopnya kebetulan ga banyak, seinget gw kurang dari 10. Jadi gurunya bisa bener-bener care ke tiap orang, ngliatin dan ngajarin satu-satu. Peserta workshop cewe semua, dan kelihatannya masih SMA / kuliahan gitu. Gw ingat waktu itu bulan puasa, dan rata-rata mereka semua puasa, gw jadi aga sungkan mau minum di depan mereka hehehe. Dan sepertinya cman gw yang uda beranakpinak, yang lain muda umur 18-20an. Syukur pas kenalan ama cewe yang duduk di depan gw, dia nanya gw kuliah dimana?? Euyyy padahal gw pan dah lulus kuliah lebih dari 10 taon lalu πŸ˜› Blom kliatan emak-emak yah? wkwkwkk

Setelah workshop, gw meluncur balik hotel naik Taxi. Mandi dan siap-siap bentar, lalu berangkat sama anak dan misua ke Hartono Mall Jogja. Mall nya besarrr banget, tapi sepi. Kita dinner di Ikkousha Ramen, mumpung ada di Jogja πŸ˜€

Ikkousha ramen, must have klo ke Jakarta. Berhubung ada di Jogja sekarang jadi must-have di Jogja juga πŸ˜€

WESTLAKE RESORT JOGJA

Kita nyoba hotel baru di Jogja, namanya Westlake Resort Jogja. Kita booking cuma semalam sebelum berangkat dengan no expectation at all. Soalnya beberapa hari sebelumnya gw uda sibuk banding-bandingin hotel di Jogja, saking banyaknya sampe bingung mau pilih yang mana, kita pengennya nyoba hotel baru yang belom pernah. Tetiba H-1 ada temen rekomen hotel ini, ya sudahlah we decide to go for it, what can be bad of staying 1 night only anyway kan?

Ternyata, gw takjub pas nyampe hotelnya. Mirip-mirip resort di Bali gitu. Ga seperti hotel umumnya. Banyak alamnya, ada suara gemericik air, suara jangkrik kalo malem, dan suara burung nyanyi kalo pagi. Pokoknya cantik dah!!

Gw nyampe hotel dah malem sekitar jam 6.30 abis dari workshop. Dianter naik caddie car ke kamar πŸ˜€

Paginya gw baru sempet foto-fotoin kecantikan hotel Westlake ini..

balkon kamarnya menghadap danau

danau di tengah hotel

kolam renang gak besar tapi cukup oke

restaurant tempat breakfast

breakfast ga banyak pilihan tapi enak πŸ˜€

kamarnya model cottage. Yang kanan balkonnya tembus ke danau. Tapi kita nginap di yang kiri.

Disini danaunya ada ikan-ikan, di balkon kamar kita juga ada semacem parit yang isinya ikan kecil-kecil. Kita bisa beli makanan ikan di hotel nya, Anak-anak seneng banget ngasi makanan ikan di belakang kamar kita.

teras belakang kamar kita, ada parit isi ikan-ikan. Anak gw kasi makan ikan disini

MESA STILA MAGELANG

Siang itu stelah breakfast, kita checkout. Di perjalanan sebelum pulang Semarang, kita nyari-nyari tempat untuk makan siang dan leyeh-leyeh. Akhirnya kita nyoba ke Mesa Stila di Magelang. Tempatnya bagus, halaman dan tanaman dimana-mana. Ternyata selain restaurant, disini juga ada resortnya untuk menginap.

rindang banget disini, luas dan puas kalo buat anak lari-larian

Makanannya Indonesian dan Western. Makanan cukup oke, tempat bagus, suasananya damai macem di Ubud gitu lah πŸ˜€

Demikianlah refreshing kita 1 night stay at Jogja. Satu malam aja nulisnya segini panjang dan lama, gimana kalo beberapa malam ya? πŸ˜›

Btw, beberapa hari setelah pulang dari Jogja, gw back to pesanan ilustrasi, saatnya praktek ilmu watercolor dari workshop kemaren, dan ini hasilnya.. still not perfect but I guess a lot better!

pesenan untuk souvenir baby lahiran

[Movie Review] Sweet 20

Sebetulnya gw ada hutang postingan jalan-jalan. Tapi karena ini lebih fresh, mendingan segera gw tulis dulu sebelom filmnya berhenti tayang di bioskop πŸ˜€

Jadi tadi gw movie date dengan beberapa temen cewe. Anak gw titipkan mertua wkwkwk. Gw selalu tertarik nonton film Indo yang kelihatannya bagus, jadi gw pernah nonton: Cek Toko Sebelah, AADC 1 & 2, Critical Eleven, Habibie Ainun, Supernova, dan masih banyak lagi. Pokoknya gw suka nonton film Indo asal bukan film horror πŸ˜›

Tadi gw nonton Sweet 20. Film ini remake dari film aslinya Korea Selatan, sudah di remake di berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, China, dan sekarang Indonesia. Judul aslinya di Korea adalah Miss Granny.

Pemain-pemainnya: Tatjana Saphira, Morgan Oey, Kevin Julio, dan masih banyak lagi.

Kisahnya seputar seorang nenek berumur 70 tahun bernama Fatma, yang sifatnya sulit dan menyulitkan menantunya dan membuat seorang cucunya juga tidak suka dengannya. Akhirnya mereka mulai mempertimbangkan untuk menitipkan Fatma di panti jompo, Fatma sedih dan berjalan-jalan diluar. Tak sengaja dia melihat sebuah studio foto, lalu masuklah dia dan berpikir untuk foto diri selagi dia belum terlalu tua, toh kelak fotonya bisa untuk dipajang di peti matinya. Tiba-tiba terjadilah keajaiban, Fatma kembali menjadi Fatma umur 20!! Cerita semakin rumit ketika Fatma yang cantik ini terjebak dalam cinta 3 lelaki, yang satu produser musik muda yang sukses dan tampan, yang satu cucunya sendiri, dan yang satunya adalah lelaki yang sudah mencintai dia bertahun-tahun.

Sekian spoilernya, selanjutnya harus nonton sendiri ya!!

Kesan gw:

  • Gw suka plotnya yang menarik, out of the box (begitulah tipikal film Korea, daya imajinasinya tinggi dan ide ceritanya ada-ada aja), gw ga bisa menebak endingnya. Bahkan gw cukup menikmati filmnya tanpa ingin menebak endingnya seperti apa.
  • Akting Fatma tua dan muda menurut gw sangat bagus. Akting pemain lain juga cukup baik. Hanya kadang gw berasa dialognya terlalu bahasa baku. Ayolah, kata-kata: “Aku mencintaimu” itu sepertinya ga lazim diucapkan kecuali di buku atau novel terjemahan. Mendingan: “aku cinta sama kamu” atau “aku sayang sama kamu”. Ini sering gw temukan di banyak film Indo, bahwa agak aneh mendengar aktor aktris ini bicara dalam bahasa Indonesia baku, yang pada kenyataannya kata-kata seperti itu jarang digunakan sehari-hari.
  • Gw suka lagu-lagunya. Meskipun lagu jadul, tapi ternyata enak didengar dan asyik juga.
  • Gw suka cerita filmnya itu nyambung dengan realitas kehidupan kita, yaitu melihat hubungan mertua dan menantu. Kalau selama ini kita sering melihat kisah menantu tertindas, kali ini kita bisa melihat dari sudut pandang yang lain, yaitu si mertua.
  • Filmnya lucu dan bikin gw ketawa-ketawa sepanjang film
  • Tapi ada bagian sedihnya, dimana gw akhirnya meneteskan air mata wkwkwk… (entah kenapa ya sejak gw jadi mama, gw mellow banget klo liat film yang angkat tema ibu-anak, bapak-anak)
  • Film ini menawarkan paket komplit: ada lucunya, ada mengharukannya, dan ada meaningnya. Ditambah wajah imut Tatyana πŸ˜€
  • Gw kurang suka dengan model rambut Fatma muda, agak aneh menurut gw wkwkwkk..

Sebenernya ya, gw nonton film ini jadi keinget sama emak gw lho.. Mak gw nih mirip ama si nenek Fatma, dari mulai ditinggal mati suaminya waktu umur 30an, membesarkan dua anak cowok seorang diri sampe semuanya bisa kuliah, sifat sulitnya, dll yang pernah gw tulis disini.. Oyah dan mak gw juga suka nyanyi. So I can relate to this wkwkwk. She’s 92 now.

Overall filmnya sangat recommended untuk ditonton!! Ayo buruan sebelum filmnya abiss di bioskop πŸ˜€ πŸ˜€

Mau dibawa kemana, negara kita?

Tadinya gw ga pengen posting apapun. Lagi gak mood juga. Hari ini gw sama sekali gak posting apapun di empat akun instagram gw, jualan juga nggak.

Tapi baca tulisan ini: https://seword.com/politik/ahok-dipenjara-pulang-indonesia/, gw jadi tergelitik, soalnya kok sama persis dengan pikiran gw ya? Hehehe.. Hari ini ramai sekali di feed social media gw. Ada yang bilang ini taktik pak dhe. Ada yang bilang abis ini keluar penjara jadi presiden. Bahkan ada yang menghibur dengan posting foto Nelson Mandela yang bilang “In my country we go to prison first and then become President”. Ada yang menghibur dengan ayat Alkitab.

Tapi hari ini gw sedang lelah. Lelah karena kasus ini seharusnya dari awal tidak perlu masuk persidangan. Lelah melihat demo berjilid-jilid yang menghabiskan entah dana berapa (dan selalu membuat gw bertanya-tanya, mereka ini pekerjaannya apa? Kok bisa demo melulu di hari kerja?). Lelah melihat komen-komen di detik.com dari kaum bumi datar yang penuh kebencian. Padahal gw gak kepengen baca beritanya, tapi kok gatel pengen baca komen2nya hahahha..

Gw gak sedih-sedih amat sebenernya. Gw tau beberapa temen gw sedih sampe nangis-nangis.. Gw biasa aja, gw yakin Pak Ahok pun sewaktu masuk politik sudah siap hal-hal seperti ini mungkin terjadi. Bahkan dia sendiri pernah menyatakan tidak takut mati. But I feel terribly sorry for his wife and his children. Apa rasanya malam ini bagi istri dan anak-anaknya karena papanya tidak pulang ke rumah malam ini. Papanya yang selalu mereka sayang dan banggakan tidur di rutan malam ini.

Itu sebabnya dari dulu gw selalu berkata sama misua. Yang orangnya juga lurus dan bijaksana. Gw selalu berkata: “Jika nanti kamu jadi orang sukses, aku gak mau kamu terjun ke politik. Jangan pernah!” Karena gw ga akan pernah siap menjadi seorang Ibu Vero. Yang suaminya bangun pagi pergi kerja keras mendengar keluhan rakyat di Balai Kota, lalu rakyat pula lah yang mendemo mencacimaki dan mendoakan suaminya cepat mati. Gw ga akan siap juga lihat suami gw masuk penjara pakai baju tahanan, yang ada gw mewek-mewek di rutan gamau pulang mendekap jeruji besi.

I feel sorry for his children. Anak-anaknya terutama yang masih kecil, pasti akan bertanya, kenapa papanya masuk penjara. “Bukankah penjara itu tempatnya penjahat, kriminal dan koruptor? Kejahatan apa yang papa lakukan?” Kalau Sean, saya rasa pasti sudah paham kenapa papanya masuk penjara.

Tadi aja waktu gw nonton berita, si sulung nanya: “itu kenapa Mah? Ahok dipenjara ya? Kenapa dia dipenjara?” Gw bingung aslik beneran mau jawab apa. Doski tetep keukeuh nanya mulu “Kenapa Ahok dipenjara Mah? Kenapa?” Gw uda mau mengelak namun kemudian anak ini menjawab sendiri (entah tau dari mana?): “Karena sebut-sebut agama ya Mah?” “Iya nyo” – sambil berharap doi ga nanya lebih detil lagi. Karena sulit menjelaskan hal yang satu ini.

Gw tidak 100% bilang Ahok tidak salah dalam hal ini. Mungkin saudara-saudara kita yang Muslim memang tersinggung karena ucapannya. Namun 2 tahun penjara? Ini bahkan lebih berat daripada tuntutan jaksa. Gw menyayangkan kenapa hakim memberi putusan sangat berat, tidakkah kerja kerasnya dan hasilnya dinikmati nyata oleh warga Jakarta? Kenapa nila setitik menghapuskan semua kebaikan yang pernah diperbuat?

Ahok rasanya pengen gw kasi title Man of the Year, karena nama beliau paling banyak dan sering mendominasi berita selama setahun belakangan ini. Banyak yang mencaci maki, tapi begitu banyak yang memuja. Begitu banyak yang benci, tapi begitu banyak yang cinta. Lihatlah taman Balai Kota, penuh dengan bunga, balon, bahkan kaktus. Gw gak kirim sih, cuma kirim doa saja. Doa saya pak, semoga setelah segala keruwetan ini berakhir, Bapak sama keluarga hidup tenang di luar negeri saja. Mungkin di Kanada atau Jerman, disana pasti ada pekerjaan dimana Bapak dihargai. Hidup tenang dan bahagia sama anak istri. Di Indonesia, tidak ada tempat untuk kaum double minoritas apalagi yang lurus bersih tegas seperti Bapak.

Gw juga mau kerja kerja kerja, nabung buat skolahin anak di luar negeri. Sukur-sukur kalo dapet beasiswa yaa mamak bapaknya lebih ngirit hehehe. Terserah mau dicap gak nasionalis. Sebagai kaum double minoritas juga, gw ingin anak gw punya pilihan. Untuk hidup dihargai di luar negeri tanpa dipandang ras dan agamanya apa (dulu gw perna bertanya-tanya kenapa KTP indonesia ada kolom agamanya, gw rasa id card luar negeri kebanyakan tidak ada karena mereka menganggap agama adalah privacy tiap individu). Untuk hidup tenang tanpa diskriminasi dan ketakutan karena demo-demo.

Gw cinta Indonesia terutama Semarang, gw lahir dan besar disini, punya pekerjaan yang gw sukai dan komunitas disini. Meski gw pernah tinggal 4 tahun di Sydney, tapi gw memutuskan pulang dan membuang Permanent Resident gw. Namun kejadian ini membuat gw berpikir ulang, gw harus memberikan kesempatan yang sama untuk anak gw kelak. Seandainya mereka ingin terus tinggal di luar negeri, gw akan mendukung *mulai ambil tissue*, mungkin itu suatu keputusan yang baik untuk mereka. Karena hari ini gw gatau, mau dibawa kemana negara ini?

PS: Semoga Pak Ahok selalu sehat dan baik-baik saja, tetap menjadi terang dan garam dimanapun berada πŸ™‚ Trully phenomenal and inspiring man!

PS lagi: Semoga suatu hari nanti, entah di jaman gw atao anak gw ato cucu gw ato…. , suatu hari nanti Indonesia menjadi negara maju, dimana setiap penduduknya tanpa dipandang ras dan agamanya, mempunyai kesempatan yang sama duduk di dunia politik, bebas berkarya memajukan bangsa tanpa embel-embel kafir. Sampai saat itu tiba, mari kita duduk dan berdoa..

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Holaa.. gw masi hutang di tag sama Natalia untuk challenge ini (asli gw telat banget tapi sutralah.. gw berasa ngutang selama ini wkwkwkk)

challenge1. List 15 fun facts about yourself

Eh ternyata gw dah pernah nulis lhoo 11 facts about myself di Liebster Awards lalu. Bisa dilihat di postingan yang ini. Jadi gw nambahin 4 lagi aja yaaa (dasar males) wkwkwk πŸ˜€

12. Gw seorang pemimpi, a dreamer sejati hehehe. Meski bakal kesampaian atau ngga gw ga tau, tapi buat gw punya mimpi itu seperti suntikan motivasi dan energi menjalani hari-hari . I’m kinda positive person too, I’m laughing at my mistakes, and always think ‘it’s not gonna be that bad” or “this too shall pass” πŸ˜€

13. Gw sebenernya ga suka anak kecil, gw bukan tipe yang gemes liat anak kecil trus pengen pegang-pegang. Kekecualian doank buat anak gw πŸ˜› hm.. or ada dulu anak bos gw satu itu cute bukan maen sampe gw gemes dan sering gw babysit di kantor dulu wkkwkwk.

14. Gw kalo masak hampir ga pernah berpatokan sama resep. Biasanya gw cemplung2 or tumis2 lalu mengandalkan lidah untuk nyicip-nyicip sampe semua rasanya pas. Jadi gw gabisa ngajarin orang bumbu ini takarannya brapa etc. Soalnya prinsip memasak gw: asal MATANG dan dicicip rasanya ENAK. Jangan tanya judul masakannya apa, karena gw cemplung aneka bahan aja yang ready di kulkas.

15. Gw seneng banget jalan-jalan. Tapi gw takut naek pesawat! Kontradiktif banget yaaa.. Harapan gw semoga suatu hari nanti ada cara lain keliling dunia selain dengan terbang naik pesawat Pintu kemana saja misalnya πŸ˜›

Loh kok uda 15 ya?? Gw tambahin lagi deh wkwkwkk πŸ˜›

16. Gw orangnya ga gampang nangis kalo liat film… DULU. Sejak gw punya anak, liat berita di TV aja soal korban kriminal anak2 gw bisa ikut nangisss.. liat iklan Thailand soal mama-anak ikut nangisss, baca berita pembunuhan anak juga ikut nangisss… Kayaknya saraf ke mellow an gw kepencet sejak jadi mama.

Nomer 2 ‘six-words memoir’ dan nomer 3 ‘article of clothing you’re deeply attached to’ itu maksudnya apaa yahhh?? Gagal paham saya. Help!

Bisnis Bersama

Hellooww mumpung ini sedang fresh from the oven, gw cerita aja yaa..

Saat ini gw running new business yaitu jualan piama/sleepwear bersama dua temen gw yang lain. Kami bertiga ini ibu-ibu yang jungkir balik bagi waktu antara urus kerjaan, sekaligus jadi sopir antar jemput anak les atau sekolah. Dan… ini bukan satu2nya kerjaan kami hahaha.. kurang rempong apa coba yah. Gw masih ngerjain pesanan website development, ilustrasi dan design kalo ada permintaan. Kadang pegang sosmed klien pula. Partner gw juga gak kalah rempong, doi ada kerjaan terima souvenir birthday, dan jualan baju anak. Partner kami yang satunya bantu kerjaan suami.

Nah buat gw ini pertama kalinya gw jadi pedagang. Selama ini kan gw jualan jasa ya dan kerja single-fighter alias ga punya partner atau team. Kerja jasa itu enaknya gw bebas tentukan harga berdasar nilai gw, hasil portfolio gw, dan scope kerjaannya. Harga tarif jasa kita itu kita sendiri yang tentukan. Dan beda harga dengan kompetitor baik lebih murah atau lebih mahal itu biasa. Ibarat pelukis ya, lu kan gabisa bandingin ‘eh si A tu ngelukis cuma hargain segini, kok lu mahalan?’ Lah yang ngelukis aja beda orang, hasilnya juga beda, gabisa dibanding-bandingkan lah.

Lain ceritanya dengan berdagang. Pertama, kita harus aware harga di pasaran, harga kompetitor kita, apakah harga kita bisa diterima baik di pasaran? Kedua, kita harus punya omzet sekian per bulan, karena kan kita ada cost seperti ongkos jahit, gaji pegawai, dll. Jadi intinya ini bener-bener pengalaman baru buat gw.

Kenapa gw mau ikut bisnis bersama ini? Awalnya kami ini memang berteman, berkenalan di komunitas gereja sejak jaman kami masi pasangan-pasangan baru nikah. Lalu karena suami kami saling berteman, ya istri-istri ini juga berteman dan sering ngumpul bareng. Dari 8-10 pasang pasangan ini, temen gw bertiga sama gw sepakat bisnis bareng bikin baju rumah, yang cantik dan unyu-unyu. Silahkan diklik instagramnya ya @honeymilkpajamas, dan jangan lupa DIFOLLOW! wkwkwkk maaf ngiklan πŸ˜€

Bisnis bersama itu ada enak ga enak nya, tapi sejauh ini lbih banyak enaknya. Karena kami bisa bagi tugas, apa-apa ga dikerjain sendiri. Seperti temen gw ini lebih banyak pegang bagian produksi, gw lebih banyak pegang sosmed dan foto, temen gw satunya bagian jawab-jawabin customers. Kalo ke toko kain suka gantian ato bareng. Kenapa gw mau bisnis ini juga sebenernya karena gw sukaaa ke toko kain. Hehehe tau yah pas gw hamil wesley, gw bisa sering banget jalan-jalan ke toko kain, bukan buat bikin baju tapi buat bikin tas handmade πŸ˜›

Kalo ga enaknya, mungkin masalah beda selera. Jadi misalnya klo ke toko kain nih, si partner suka kain ini menurut dia bagus, padahal menurut gw jelekk bukan selera gw. Sedangkan apa yang menurut gw bagus, kadang dia bilang jelekkk jangan dibeli. Hahaha. Kalo sudah gitu kita toleransi aja, walo bukan selera gw tapi ya siapa tau kan ada orang-orang yang seleranya sama kaya si temen gw, jadi klo masi oke ya gw bilang okelah bukan selera gw tp gapapa beli aja. Demikian pula dia, kadang bukan selera dia tapi gw diijinin beli. Selera gw tuh yang motif kainnya ngejreng, bold gitu, warna-warna cerah seperti merah, pink, dll. Dan gw ga suka motif kartun. Kalo temen gw suka motif lucu-lucu kartun dan kotak dan polka. Kalo temen gw satunya sukanya yang warna lembut pastel-pastel gitu. Nah lengkap kan selera kita beda semua, makanya koleksi piama kita seharusnya melengkapi selera segala umat ya wkwkwk…

Kemarin ini barusan kita ikut bazaar Absolute selama 3 hari. Ini bazaar ketiga yang pernah kami ikuti. Bazaar pertama kami waktu bulan Juli lalu selama 3 hari. Lalu bazaar kedua cuma bazaar di sekolah anak selama setengah hari. Bazaar ketiga ya ini. Overall bagus omzetnya selama ikut-ikut bazaar ini. Tapi gawatnya, selama bazaar gw lapar perut dan lapar mata pula. Bayangin deh ada ratusan food tenant jual makanan macem-macem, mulai dari Thai iced tea, almond milk, loenpia teppan, keju leleh daging ham, babi cabe garam, nasi cumi hitam, babi sambal matah, aduhhh gawat dah gw menggendut selama tiga hari ini! Trus gawatnya pula, banyak tenantnya yang gw kenal. Nah klo lewat pan sungkan gw jadi gw larisin beli roti lah, beli minumannya lah, soalnya kan temen gw ini. Trus tenant fashionnya juga bagus-bagusss, banyak yang dari luar kota. Gw beli ‘cuma’ di 3 tenant sih, karena tiga2nya gw kenal dan gw pernah beli juga sebelumnya. Dan highlight belanja gw yang paling mahal adalah di booth kosmetik, gw beli Kylie lipstick seharga 380000. Dari dulu gw denger review nya menarik banget, adek gw pake juga katanya puas n bagus banget. Jadi gw tergiur beli wkwkwk πŸ˜€

Nah entah nih sebenernya gw untung apa bakbuk antara buka booth dengan belanjaan gw -_-‘

Kalo kalian yang di Jakarta gimana? Masi suka ke bazaar ato uda bosen? Hehehehe. Di Semarang lagi booming bazaar, tapi karena sekarang mulai banyak persaingan bazaar, kayanya orang uda agak bosen dan gak se antusias dulu-dulu.Soalnya baru seminggu lalu ada bazaar, eh ini ada bazaar lain lagi.

Kalo ada masukan buat piama ato baju rumah kami bolehh yaaa.. mohon saran dan masukannya πŸ™‚

PS: kasi gw masukan juga donk topik apa buat posting di blog wkwkwk.. belakangan gw jarang amat postingnya πŸ˜›

 

 

 

 

 

Holiday to Australia (part 2)

Hellowww, maaf banget gw lamaaa banget hiatus. Sebenernya posting ini udah gw tulis berbulan-bulannn yang lalu, tapi apa daya karena gw ribet banget gak sempet transfer foto dari hp ke kompi jadi postingnya ditunda mulu. (Dan gw orang yang gak demen nge blog pake hp, pokoknya harus ketik di keyboard :P)

Mari kita tuntaskan blog part 2 ini yang sudah terlalu lama tertunda πŸ˜€

Monday, 4 Juli 2016

Hari ini adalah hari photoshoot. Jadi rencananya kami sekeluarga mau family photoshoot, mumpung lengkap perginya, biasanya jarang banget kami lengkap begini selaen pas Chinese new year. Fotografernya siapa? Tidak lain tidak bukan ipar gw yaitu suami adek gw hihihi. Doi demen fotografi, dan punya kamera bagus hehehe, jadi kami mau foto keluarga ala Axioo KW gitu. Tentu saja pake tripod! πŸ˜€

Sebelum family photoshoot, gw minta adek-adek gw foto dulu pake jualan gw yang terbaru: HoneyMilk Pajamas. Jadi ini bisnis gw dengan 2 temen gw yang lain, baru jalan menjelang Lebaran 2016 kemarin. Mohon dukungannya yaa dengan follow instagram @honeymilkpajamas *dadahdadahsambillemparkecupbasah*. Dengan ini, instagram gw sekarang ada 4, satu akun personal, satu akun usaha website gw, satu akun gambar dan ilustrasi karya gw, satu akun jualan piama HoneyMilk ini. Jangan ditanya gimana rempongnya punya 4 akun insta. Bahkan gw sempet ngurus 1 akun biggest bazaar at Semarang (gw designer conceptnya sekaligus handle social media nya), yang bener-bener dahhh take a lot of my time. So there I was having 5 instagram account for some months πŸ™‚

img_2430

hasil foto jepretan ipar gw. please follow @honeymilkpajamas yaaa πŸ˜€

Back to the photoshoot. Berfoto dengan 4 anak kecil itu sama skali ga mudah. Yang satu siap, yang satu tiba-tiba minta pipis, yang satu lari, wah pokoknya susahh bangettt deh foto anak-anak itu. Pokoknya kalo gw jadi fotografer, gw gamau dah jadi tukang foto anak macem babyaxioo, maunya motret wedding aja (modelnya uda ready dan uda cakep, background bagus, mana bisa fotonya jelek??) wkwkwk.

img_0902

hasil foto dengan tripod

Akibat kelamaan foto ini, kita jadi bingung makan siangnya, karena kita berfoto di Hyde Park yang gak dekat dengan restoran manapun yang kita tahu. Jadi akhirnya gw lari-lari cari makan paling deket situ dan bawa beberapa pack lunchbox takeaway dari sebuah foodcourt. Trus kami suapin anak-anak dulu, yang penting anak-anak udah makan, gw baru tenang πŸ˜€ Kami makan sisa-sisa dari lunchbox itu. Hari ini rute dipimpin gw dengan agenda jalan kaki dari Hyde Park – Sydney Royal Botanic Garden – Macquarie street – Sydney Opera House – Duty Free Outlet (DFO) – Pancakes on the Rocks. Gw dari dulu suka rute ini, dulu pas gw tinggal di Sydney, kalo ada temen dari Indo main kesini, biasanya gw ajak rute jalan kaki ini πŸ˜€ malah kadang mampir ke museum Arts sebelom ke Royal Botanic Garden. Tapi karena ini bawa anak, kayanya ga perlu masuk museum hehehe.

img_0633

Hyde Park. Seperti gw sedang berpetualang naik sepeda, sebenernya gw sedang dorong stroller anak πŸ˜€

img_1163

behind the scene. mak rempong sedang nyuapin anak pake tangan *reality*

img_1113

balik jadi model *PLAKK*

img_0635

ada banyak spot cantik di Botanical Garden, salah satunya pohon kuning ini wkwkwk

Malamnya, kami mampir takeaway SuperBowl di Chinatown. Soalnya di Pancakes on Rocks, Wesley dan James ga terlalu cocok makanannya. Ga ada nasi dan wesley ga suka kentang.

Tuesday, 5 Juli 2016

Hari ini adek gw yang paling kecil terbang ke Melbourne, karena dia dulu kuliah disana jadi dia pengen mampir sana. Kami tetep di Sydney aja hehehe. Kami lunch di Minh Hai. Ini salah satu restoran favorit kami jaman dulu, nasi salted chicken rice dan leg ham rice nya enak.

img_0634

leg ham rice, comfort food penuh nostalgia

Setelah itu kami ambil train ke Chatswood. Seharian kami habiskan jalan-jalan di Chatswood. Sebenernya yang demen shopping nyokap n adek gw sih, gw sih ga beli apa-apa (seinget gw ya) apalagi bajunya kan winter semua. Oh gw ingat, gw belanja barang-barang cuteee bangetttt di Monsterthreads (http://monsterthreads.com.au/). Hihihi gw emang tahan ga beli barang fashion, tapi gak bisa tahannn kalo liat barang cute ato stationary πŸ˜› Gw beli banyak oleh-oleh buat ponakan disini, ada nano lego bentuk Koala, Kangguru, Flamingo, Opera House, dll. Trus beli mug lucu buat James, dan cepitan kartu nama buat gw. Kalo gw ga ingat bagasi dan dompet, mungkin udah gw borong semuanyaaa.

Malam itu ditutup dengan dinner di Rengaya. Sebenernya gw biasa aja dan ga gitu kepengen makan disini, tapi adek gw mau dan udah booking sejak dari di Indo, niat banget ya. Memang enak banget, dagingnya kobe beef juicy banget, mirip sama Sumibian Jakarta tapi lebih enak. Tapi kata ipar gw, masih lebih enak kobe beef pas dia makan di Jepang.

Wednesday, 6 Juli 2016

Hari ini adek gw ama misua dan anak-anaknya mau pergi ke Taronga zoo. Karena gw dan misua udah perna kesana, dan gak pengen lagi, jadi kita cari pilihan tujuan lain. Wesley kepengen naek kapal, jadi kita sama-sama ke Circular Quay, adek gw ambil kapal ke Taronga zoo, gw ambil kapal ke Manly Beach. Manly beach biasa aja sebenernya, dari dulu gw lebih suka Bondi. Tapi di Manly ada sepanjang jalan yang isinya pertokoan, jadi gw pikir bisa cari suasana pantai yang lain. Toko-tokonya beragam dari supermarket, bookstore, toko baju sporty, dan kafe makanan.

img_0735

img_0775

Sydney Opera House dari kapal

Perjalanan kapal menyenangkan, Wesley excited dan pengen duduk di luar kapal. Gw ama James memilih gak berangin-angin dan duduk di dalam kapal. Sesampainya disana, gw lihat ada Nandos. Gw dari dulu kangen makan ayamnya Nandos, sampe pernah beli Peri-Peri sauce di supermarket semarang yang harganya mihil πŸ˜› Tapi trus gabisa masaknya wkwkwk. Setelah gw puas makan Nandos, dan gw takeaway makanan Thai buat anak-anak, kita langsung menuju ke pantai. Anak-anak seperti biasa seneng banget maen pasir, ngejar burung-burung, nguburin barang di dalam pasir. Sayangnya hari itu sangattt windy sehingga gw ga betah lama-lama di pantai. Setelah sekitar 1 jam dan mulai kedinginan, kami mulai jalan ke arah pertokoan.

img_0752

Manly Beach

img_0739

anak2 sibuk ngejar burung, maklum mana ada di Indo burung bertebaran kaya gini. Bisa-bisa dibikin burung dara goreng wkwkwkk πŸ˜›

Gw sempet mampir ke toko buku dan beli buku, lalu belanja di supermarket. Kemudian kami ngafe di Max Brenner di deket tempat nunggu kapal. Beli hot chocolate dan suckao. Surprisingly gw merasa hot choc nya lebih enak daripada suckao nya πŸ˜›

img_0761

penampakan suckao nya, bole tambah susu sepuasnya asal ga nambah choc chip nya

Malam itu ditutup dengan dinner di Sancheng Hotpot King, ini juga favorit adek gw. Shabu-shabu gitu, kuahnya ada 2 macam: kaldu ayam dan kuah mala tang. Sedap makan panas-panas gini di tengah cuaca dingin.

img_0728

delicious and hot soup after freezing hot day is the best!

Thursday, 7 Juli 2016

Hari ini kami ke Grounds of Alexandria untuk brunch. Wah ternyata walaupun weekdays tapi ramai sekali. Antreannya untuk dapat tempat sudah lumayan panjang. Akhirnya kami duduk di area outdoor, tapi masih ada atapnya. Tempatnya memang cantik, banyak tanaman dan bunga, juga ada beberapa hewan ternak. Ada beberapa kompleks tempat makan dan duduk-duduk, yah ga heran tempat ini belakangan jadi favorit sydneysiders untuk having brunch.

img_0818

img_0803

Setelah itu, kami menuju Chinatown untuk ke Paddys Market. Disitu gw beli oleh-oleh buat mbak-mbak gw di rumah, juga dapat stroller-raincoat (tudung hujan khusus untuk stroller) buat stroller anak-anak gw. Soalnya pas hujan, jadi berguna bener deh ini cover plastiknya buat nutupin anak-anak gw ga kena hujan di dalam stroller.

Karena Paddys Market ini letaknya persisss di depan restoran favorit gw: Kura Japanese restaurant (restoran yang sering gw bawa dalam mimpi – literally!) jadi gw ajak misua lunch disana. Hahahah sebenernya sih belom lapar, tapi udah nanggung restoran favorit udah di depan mata, sekalian dehh. Gw pesen Chicken Karaage nya yang enak bingit dan takoyaki (ini yang sering gw mimpikan hahaha). Masih tetep endeuuusss sedappp bangettt πŸ˜€ Anak-anak gw juga lahap makannya.

img_0786

penampakan takoyaki dan chicken karaage dari Kura Japanese Restaurant

Setelah itu kami menuju ke QVB, David Jones, dan sekitarnya. Setiap hari kamis adalah shopping night di Sydney. Khusus hari ini, semua mall baru akan tutup jam 10 malam. Biasanya jam 5 sore udah tutup. Jadi memang kami mau menghabiskan malam dengan jalan-jalan di city. Malam itu ditutup dengan dinner bareng seorang temen dekat di foodcourt atas deket David Jones.

Friday, 8 Juli 2016

Siang itu kami jalan kaki ke restoran Vietnamese favorit kami dulu, Pasteur. This is our best culinary visit selama di Sydney kemarin ini. Broken rice with pork chop nya masih enak seperti dulu, dan pho nya gurih sedap menggoyang lidah. Pho nya segerrr banget. Lupakan diet, eat a lot! hahahha.

img_0936

Nikmat mana yang kau dustakan. This is the best food while we were in Sydney

img_0942

Pork Chop with broken rice yang gurih dan seger pake bumbu saos Vietnam

Setelah itu kami menuju Macquarie University. Ini tempat gw dulu kuliah. Tempat yang penuh kenangan.

img_0980

di depan gedung lab komputer yang merupakan ‘markas’ gw selama kuliah

Gw kesini selain untuk nostalgia, juga karena termakan perkataan temen-temen gw orang semarang yang alumnus Macquarie juga, katanya Macquarie Center sekarang jadi 4x lipat lebih besar daripada dulu! Macquarie Center ini mall letaknya persis di seberang Macquarie Uni. Jadi klo dulu kami lagi sedikit ‘kaya’ maka kami akan lunch break di restoran di mall ini. Kalau lagi ‘miskin’ alias duit kiriman ortu sisa dikit di bank, makanlah kami di kantin sekolah atau kalo perlu bawa bekal dari rumah wkwkwk. Soalnya makanan di mall ini lumayan mahal untuk kantong mahasiswa πŸ˜›

Mall nya emang bener sekarang besarrr banget. Tapi isinya alias vendornya sama aja seperti di mall QVB kemarin. Jadi kalau niatnya cuma shopping, ga perlu jauh-jauh kesini, karena di city juga ada vendor-vendornya. Kalo gw kan sekalian nostalgia ya wkwkwk. Malam itu ditutup dengan dinner di Paparich, Malaysian Cuisine Restaurant di mall tersebut.

Saturday, 9 Juli 2016

Hari ini last day di Sydney. Paginya gw ngajakin misua mampir Kinokunia dulu, gw demen dah toko buku, trus beli watermelon cake yang lagi famous itu di BlackStar Pastry. Lalu kami jalan ke arah Chinatown, siang itu kami mau makan di Chinese restaurant atas Dixon house – Chinatown, kita gatau namanya tapi ini favorit gw dan my sis long time ago. Tempatnya kecil dan ga terkenal, tapi kita suka ‘rice and pork chop with corn sauce’ dan ‘fried rice with pork chop in tomato sauce’. Jadi itu nasi yah dikasi pork chop gedee (iga babi digoreng tepung) trus disiram saos panas jagung yang luber menutupi semua nasi nya. Kurang lebih sama dengan yang tomato sauce tapi bedanya itu pake kuah tomat gitu.

img_1107

Watermelon cake yang fenomenal. Rasanya lucu sih, seperti cake tapi atasnya seperti pudding. Rasanya segerrr apalagi kalo dingin πŸ˜€

img_0987

Rice and Pork chop with corn sauce. Hangat-hangat sedeppp.. Minumannya Thai milk tea yang rasanya enakkk juga.

Puas makan disana, gw lanjut ke Market City sebentar lihat-lihat. Dulu waktu gw tinggal di Sydney, gw tinggal di The Peak apartment. The Peak apartment ini letaknya diatas Market City. Jadi lumayan enak dulu kalo butuh belanja gampang, bawah ada supermarket (Thaikee – supermarket asia yang jual produk-produk asia), trus kalo butuh makan juga bisa takeaway di foodcourtnya. Dan banyak toko-toko baju dan laen-laen. Bawahnya Market City ada Paddys Market – yang buka kamis sampai minggu. Trus The Peak ini juga deket banget, paling 10 menit jalan kaki ke gedung UTS, dimana dulu adek gw kuliah disitu. Gereja gw dulu ada di salah satu gedung UTS, jadi enak deket juga πŸ˜€ πŸ˜€

Habis nostalgia bentar di Market City (dan beli Easyway – semacem bubble tea yang ngangenin di Sydney), kita lanjut jalan kaki ke Darling Harbor. Darling Harbor banyak berubah, sekarang dinamakan Darling Square dan disitu ada playground besar untuk anak-anak. Banyak mainan panjat-panjatan yang anak-anak tentu seneng banget, bisa jadi macem spiderman gitu hahaha. Lalu pas ada Winter Wonderland juga, jadi ada temporary ice skating disitu (yang ini not free). Lalu kami jalan-jalan mengelilingi Darling Harbor, rencana mau ngafe tapi akhirnya keburu sore dan nanggung. Karena malam ini gw janjian sama temen-temen gw di Sydney untuk dinner bareng.

img_1086

naek jembatan di deket Darling Harbor

img_1087

img_1097

performance street artist, ini dia main api dan lempar jokes2 yg gw gak paham lucunya dimana wkwkwkk.. tapi main apinya oke sih.

img_1112

berfoto di Winter Wonderland di Darling Square. Ada salju buatan yang keluar tiap beberapa menit sekali.

Kami dinner bareng di Nok-Nok Thai restaurant di Darling Square. Ini asal pilih restoran karena kita cari yang deket city dan muat banyak orang, ga terlalu rame, sehingga ga perlu RSVP atau antre. Turns out it’s good!

img_1111

Ini teman-teman gereja gw waktu tinggal di Sydney dulu, beberapa sudah nikah dan berbuntut sekarang. 9 years since I left Sydney for good, dan muka mereka masih sama. I think Asian people is baby-faced πŸ˜›

Malamnya sebelum pulang kami menuntaskan keinginan terakhir disini, yakni: beli KFC disini. Hah kenapa jauh-jauh makan KFC?? Gw bukan penggemar KFC dan jarang banget mau diajak makan KFC tapii… KFC nya di sydney tuh dulu gw merasa enakkk banget, pokoknya beda deh sama yang di Indo. Denger-denger, entah gosip entah fakta, katanya KFC situ ayamnya dimasak pake minyak babi, makanya jadi enak banget. Hahahah ini mitos apa beneran gw gatau dah.

Sunday, 10 Juli 2016

Really our last day!! Kita santai kirain check out time nya jam 12 ya macem di Indo, ternyata harus check out jam 10. Kita gedubrakan cepet-cepet siap-siap dan beberes (lhah bangunnya aja jam 9 kurang hahahaha). Lalu kita lunch di Chat Thai – foodcourt di The Gallery – bawahnya Kinokunia).

Habis itu kami balik hotel dan naek mobil sewaan menuju airport. Bye bye Sydney, until we see you again!!

img_1141

Sampai bertemu di petualangan kami selanjutnya!