Mau dibawa kemana, negara kita?

Tadinya gw ga pengen posting apapun. Lagi gak mood juga. Hari ini gw sama sekali gak posting apapun di empat akun instagram gw, jualan juga nggak.

Tapi baca tulisan ini: https://seword.com/politik/ahok-dipenjara-pulang-indonesia/, gw jadi tergelitik, soalnya kok sama persis dengan pikiran gw ya? Hehehe.. Hari ini ramai sekali di feed social media gw. Ada yang bilang ini taktik pak dhe. Ada yang bilang abis ini keluar penjara jadi presiden. Bahkan ada yang menghibur dengan posting foto Nelson Mandela yang bilang “In my country we go to prison first and then become President”. Ada yang menghibur dengan ayat Alkitab.

Tapi hari ini gw sedang lelah. Lelah karena kasus ini seharusnya dari awal tidak perlu masuk persidangan. Lelah melihat demo berjilid-jilid yang menghabiskan entah dana berapa (dan selalu membuat gw bertanya-tanya, mereka ini pekerjaannya apa? Kok bisa demo melulu di hari kerja?). Lelah melihat komen-komen di detik.com dari kaum bumi datar yang penuh kebencian. Padahal gw gak kepengen baca beritanya, tapi kok gatel pengen baca komen2nya hahahha..

Gw gak sedih-sedih amat sebenernya. Gw tau beberapa temen gw sedih sampe nangis-nangis.. Gw biasa aja, gw yakin Pak Ahok pun sewaktu masuk politik sudah siap hal-hal seperti ini mungkin terjadi. Bahkan dia sendiri pernah menyatakan tidak takut mati. But I feel terribly sorry for his wife and his children. Apa rasanya malam ini bagi istri dan anak-anaknya karena papanya tidak pulang ke rumah malam ini. Papanya yang selalu mereka sayang dan banggakan tidur di rutan malam ini.

Itu sebabnya dari dulu gw selalu berkata sama misua. Yang orangnya juga lurus dan bijaksana. Gw selalu berkata: “Jika nanti kamu jadi orang sukses, aku gak mau kamu terjun ke politik. Jangan pernah!” Karena gw ga akan pernah siap menjadi seorang Ibu Vero. Yang suaminya bangun pagi pergi kerja keras mendengar keluhan rakyat di Balai Kota, lalu rakyat pula lah yang mendemo mencacimaki dan mendoakan suaminya cepat mati. Gw ga akan siap juga lihat suami gw masuk penjara pakai baju tahanan, yang ada gw mewek-mewek di rutan gamau pulang mendekap jeruji besi.

I feel sorry for his children. Anak-anaknya terutama yang masih kecil, pasti akan bertanya, kenapa papanya masuk penjara. “Bukankah penjara itu tempatnya penjahat, kriminal dan koruptor? Kejahatan apa yang papa lakukan?” Kalau Sean, saya rasa pasti sudah paham kenapa papanya masuk penjara.

Tadi aja waktu gw nonton berita, si sulung nanya: “itu kenapa Mah? Ahok dipenjara ya? Kenapa dia dipenjara?” Gw bingung aslik beneran mau jawab apa. Doski tetep keukeuh nanya mulu “Kenapa Ahok dipenjara Mah? Kenapa?” Gw uda mau mengelak namun kemudian anak ini menjawab sendiri (entah tau dari mana?): “Karena sebut-sebut agama ya Mah?” “Iya nyo” – sambil berharap doi ga nanya lebih detil lagi. Karena sulit menjelaskan hal yang satu ini.

Gw tidak 100% bilang Ahok tidak salah dalam hal ini. Mungkin saudara-saudara kita yang Muslim memang tersinggung karena ucapannya. Namun 2 tahun penjara? Ini bahkan lebih berat daripada tuntutan jaksa. Gw menyayangkan kenapa hakim memberi putusan sangat berat, tidakkah kerja kerasnya dan hasilnya dinikmati nyata oleh warga Jakarta? Kenapa nila setitik menghapuskan semua kebaikan yang pernah diperbuat?

Ahok rasanya pengen gw kasi title Man of the Year, karena nama beliau paling banyak dan sering mendominasi berita selama setahun belakangan ini. Banyak yang mencaci maki, tapi begitu banyak yang memuja. Begitu banyak yang benci, tapi begitu banyak yang cinta. Lihatlah taman Balai Kota, penuh dengan bunga, balon, bahkan kaktus. Gw gak kirim sih, cuma kirim doa saja. Doa saya pak, semoga setelah segala keruwetan ini berakhir, Bapak sama keluarga hidup tenang di luar negeri saja. Mungkin di Kanada atau Jerman, disana pasti ada pekerjaan dimana Bapak dihargai. Hidup tenang dan bahagia sama anak istri. Di Indonesia, tidak ada tempat untuk kaum double minoritas apalagi yang lurus bersih tegas seperti Bapak.

Gw juga mau kerja kerja kerja, nabung buat skolahin anak di luar negeri. Sukur-sukur kalo dapet beasiswa yaa mamak bapaknya lebih ngirit hehehe. Terserah mau dicap gak nasionalis. Sebagai kaum double minoritas juga, gw ingin anak gw punya pilihan. Untuk hidup dihargai di luar negeri tanpa dipandang ras dan agamanya apa (dulu gw perna bertanya-tanya kenapa KTP indonesia ada kolom agamanya, gw rasa id card luar negeri kebanyakan tidak ada karena mereka menganggap agama adalah privacy tiap individu). Untuk hidup tenang tanpa diskriminasi dan ketakutan karena demo-demo.

Gw cinta Indonesia terutama Semarang, gw lahir dan besar disini, punya pekerjaan yang gw sukai dan komunitas disini. Meski gw pernah tinggal 4 tahun di Sydney, tapi gw memutuskan pulang dan membuang Permanent Resident gw. Namun kejadian ini membuat gw berpikir ulang, gw harus memberikan kesempatan yang sama untuk anak gw kelak. Seandainya mereka ingin terus tinggal di luar negeri, gw akan mendukung *mulai ambil tissue*, mungkin itu suatu keputusan yang baik untuk mereka. Karena hari ini gw gatau, mau dibawa kemana negara ini?

PS: Semoga Pak Ahok selalu sehat dan baik-baik saja, tetap menjadi terang dan garam dimanapun berada 🙂 Trully phenomenal and inspiring man!

PS lagi: Semoga suatu hari nanti, entah di jaman gw atao anak gw ato cucu gw ato…. , suatu hari nanti Indonesia menjadi negara maju, dimana setiap penduduknya tanpa dipandang ras dan agamanya, mempunyai kesempatan yang sama duduk di dunia politik, bebas berkarya memajukan bangsa tanpa embel-embel kafir. Sampai saat itu tiba, mari kita duduk dan berdoa..

Iklan

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Holaa.. gw masi hutang di tag sama Natalia untuk challenge ini (asli gw telat banget tapi sutralah.. gw berasa ngutang selama ini wkwkwkk)

challenge1. List 15 fun facts about yourself

Eh ternyata gw dah pernah nulis lhoo 11 facts about myself di Liebster Awards lalu. Bisa dilihat di postingan yang ini. Jadi gw nambahin 4 lagi aja yaaa (dasar males) wkwkwk 😀

12. Gw seorang pemimpi, a dreamer sejati hehehe. Meski bakal kesampaian atau ngga gw ga tau, tapi buat gw punya mimpi itu seperti suntikan motivasi dan energi menjalani hari-hari . I’m kinda positive person too, I’m laughing at my mistakes, and always think ‘it’s not gonna be that bad” or “this too shall pass” 😀

13. Gw sebenernya ga suka anak kecil, gw bukan tipe yang gemes liat anak kecil trus pengen pegang-pegang. Kekecualian doank buat anak gw 😛 hm.. or ada dulu anak bos gw satu itu cute bukan maen sampe gw gemes dan sering gw babysit di kantor dulu wkkwkwk.

14. Gw kalo masak hampir ga pernah berpatokan sama resep. Biasanya gw cemplung2 or tumis2 lalu mengandalkan lidah untuk nyicip-nyicip sampe semua rasanya pas. Jadi gw gabisa ngajarin orang bumbu ini takarannya brapa etc. Soalnya prinsip memasak gw: asal MATANG dan dicicip rasanya ENAK. Jangan tanya judul masakannya apa, karena gw cemplung aneka bahan aja yang ready di kulkas.

15. Gw seneng banget jalan-jalan. Tapi gw takut naek pesawat! Kontradiktif banget yaaa.. Harapan gw semoga suatu hari nanti ada cara lain keliling dunia selain dengan terbang naik pesawat Pintu kemana saja misalnya 😛

Loh kok uda 15 ya?? Gw tambahin lagi deh wkwkwkk 😛

16. Gw orangnya ga gampang nangis kalo liat film… DULU. Sejak gw punya anak, liat berita di TV aja soal korban kriminal anak2 gw bisa ikut nangisss.. liat iklan Thailand soal mama-anak ikut nangisss, baca berita pembunuhan anak juga ikut nangisss… Kayaknya saraf ke mellow an gw kepencet sejak jadi mama.

Nomer 2 ‘six-words memoir’ dan nomer 3 ‘article of clothing you’re deeply attached to’ itu maksudnya apaa yahhh?? Gagal paham saya. Help!

Bisnis Bersama

Hellooww mumpung ini sedang fresh from the oven, gw cerita aja yaa..

Saat ini gw running new business yaitu jualan piama/sleepwear bersama dua temen gw yang lain. Kami bertiga ini ibu-ibu yang jungkir balik bagi waktu antara urus kerjaan, sekaligus jadi sopir antar jemput anak les atau sekolah. Dan… ini bukan satu2nya kerjaan kami hahaha.. kurang rempong apa coba yah. Gw masih ngerjain pesanan website development, ilustrasi dan design kalo ada permintaan. Kadang pegang sosmed klien pula. Partner gw juga gak kalah rempong, doi ada kerjaan terima souvenir birthday, dan jualan baju anak. Partner kami yang satunya bantu kerjaan suami.

Nah buat gw ini pertama kalinya gw jadi pedagang. Selama ini kan gw jualan jasa ya dan kerja single-fighter alias ga punya partner atau team. Kerja jasa itu enaknya gw bebas tentukan harga berdasar nilai gw, hasil portfolio gw, dan scope kerjaannya. Harga tarif jasa kita itu kita sendiri yang tentukan. Dan beda harga dengan kompetitor baik lebih murah atau lebih mahal itu biasa. Ibarat pelukis ya, lu kan gabisa bandingin ‘eh si A tu ngelukis cuma hargain segini, kok lu mahalan?’ Lah yang ngelukis aja beda orang, hasilnya juga beda, gabisa dibanding-bandingkan lah.

Lain ceritanya dengan berdagang. Pertama, kita harus aware harga di pasaran, harga kompetitor kita, apakah harga kita bisa diterima baik di pasaran? Kedua, kita harus punya omzet sekian per bulan, karena kan kita ada cost seperti ongkos jahit, gaji pegawai, dll. Jadi intinya ini bener-bener pengalaman baru buat gw.

Kenapa gw mau ikut bisnis bersama ini? Awalnya kami ini memang berteman, berkenalan di komunitas gereja sejak jaman kami masi pasangan-pasangan baru nikah. Lalu karena suami kami saling berteman, ya istri-istri ini juga berteman dan sering ngumpul bareng. Dari 8-10 pasang pasangan ini, temen gw bertiga sama gw sepakat bisnis bareng bikin baju rumah, yang cantik dan unyu-unyu. Silahkan diklik instagramnya ya @honeymilkpajamas, dan jangan lupa DIFOLLOW! wkwkwkk maaf ngiklan 😀

Bisnis bersama itu ada enak ga enak nya, tapi sejauh ini lbih banyak enaknya. Karena kami bisa bagi tugas, apa-apa ga dikerjain sendiri. Seperti temen gw ini lebih banyak pegang bagian produksi, gw lebih banyak pegang sosmed dan foto, temen gw satunya bagian jawab-jawabin customers. Kalo ke toko kain suka gantian ato bareng. Kenapa gw mau bisnis ini juga sebenernya karena gw sukaaa ke toko kain. Hehehe tau yah pas gw hamil wesley, gw bisa sering banget jalan-jalan ke toko kain, bukan buat bikin baju tapi buat bikin tas handmade 😛

Kalo ga enaknya, mungkin masalah beda selera. Jadi misalnya klo ke toko kain nih, si partner suka kain ini menurut dia bagus, padahal menurut gw jelekk bukan selera gw. Sedangkan apa yang menurut gw bagus, kadang dia bilang jelekkk jangan dibeli. Hahaha. Kalo sudah gitu kita toleransi aja, walo bukan selera gw tapi ya siapa tau kan ada orang-orang yang seleranya sama kaya si temen gw, jadi klo masi oke ya gw bilang okelah bukan selera gw tp gapapa beli aja. Demikian pula dia, kadang bukan selera dia tapi gw diijinin beli. Selera gw tuh yang motif kainnya ngejreng, bold gitu, warna-warna cerah seperti merah, pink, dll. Dan gw ga suka motif kartun. Kalo temen gw suka motif lucu-lucu kartun dan kotak dan polka. Kalo temen gw satunya sukanya yang warna lembut pastel-pastel gitu. Nah lengkap kan selera kita beda semua, makanya koleksi piama kita seharusnya melengkapi selera segala umat ya wkwkwk…

Kemarin ini barusan kita ikut bazaar Absolute selama 3 hari. Ini bazaar ketiga yang pernah kami ikuti. Bazaar pertama kami waktu bulan Juli lalu selama 3 hari. Lalu bazaar kedua cuma bazaar di sekolah anak selama setengah hari. Bazaar ketiga ya ini. Overall bagus omzetnya selama ikut-ikut bazaar ini. Tapi gawatnya, selama bazaar gw lapar perut dan lapar mata pula. Bayangin deh ada ratusan food tenant jual makanan macem-macem, mulai dari Thai iced tea, almond milk, loenpia teppan, keju leleh daging ham, babi cabe garam, nasi cumi hitam, babi sambal matah, aduhhh gawat dah gw menggendut selama tiga hari ini! Trus gawatnya pula, banyak tenantnya yang gw kenal. Nah klo lewat pan sungkan gw jadi gw larisin beli roti lah, beli minumannya lah, soalnya kan temen gw ini. Trus tenant fashionnya juga bagus-bagusss, banyak yang dari luar kota. Gw beli ‘cuma’ di 3 tenant sih, karena tiga2nya gw kenal dan gw pernah beli juga sebelumnya. Dan highlight belanja gw yang paling mahal adalah di booth kosmetik, gw beli Kylie lipstick seharga 380000. Dari dulu gw denger review nya menarik banget, adek gw pake juga katanya puas n bagus banget. Jadi gw tergiur beli wkwkwk 😀

Nah entah nih sebenernya gw untung apa bakbuk antara buka booth dengan belanjaan gw -_-‘

Kalo kalian yang di Jakarta gimana? Masi suka ke bazaar ato uda bosen? Hehehehe. Di Semarang lagi booming bazaar, tapi karena sekarang mulai banyak persaingan bazaar, kayanya orang uda agak bosen dan gak se antusias dulu-dulu.Soalnya baru seminggu lalu ada bazaar, eh ini ada bazaar lain lagi.

Kalo ada masukan buat piama ato baju rumah kami bolehh yaaa.. mohon saran dan masukannya 🙂

PS: kasi gw masukan juga donk topik apa buat posting di blog wkwkwk.. belakangan gw jarang amat postingnya 😛

 

 

 

 

 

My life lately…

Gw mau cerita update yang terjadi belakangan ini :

1. James disapih

Kalo dulu pas wesley gw dengan bangga cerita wesley disapih persis umur 2 tahun, yang James ini sebenernya uda disapih bulan lalu tapi gw masi blom cerita-cerita hahaha. Sebabnya ada 2: karena gw agak malu James disapihnya telat, di umur 2,5 taon (some people will judge me for this 😛 ) dan yang kedua, soalnya gw nyapihnya sangat bertahap dan nyante abis kali ini. Jadi nih ya proses nyapih James itu berjalan lambatttt banget dan maju mundur. Sampe gw ga yakin apa dia beneran udah sukses tersapih ato bakalan keinget lagi tiba-tiba.

Pertamanya sejak dia menjelang umur 2 taon uda gw bilang-bilangin: “kalo uda 2 taon berenti ya nyusunya, bobonya pelok guling aja”. Karena memang doi uda cuman nyusu sehari sekali yaitu pas mau tidur malem. Mundur beberapa bulan sebelomnya, dia cuman nyusu 2 kali: pas mau tidur siang ama tidur malem. Supaya nyapihnya sukses, gw coba siangnya ditidurkan sama susternya, otomatis dia jadi ga nyusu ama gw lagi pas tidur siang.

Nah yang tidur malem ini agak susah, karena kan doi tidurnya sekamar ama gw. Kadang 2 hari berhasil gw slimurkan supaya dia lupa nyusu, tapi hari ketiga doi merengek-rengek dan gw menyerah. Kadang uda berhasil 5 hari ga nyusu, tapi entah karena sakit ato apa, doi merengek dan gw menyerah. Pokoknya gw gatau kapan bisa disebut berhasil proses nyapihnya. Oh ya kalo Wesley dulu disapih nangis-nangis rewel, kalo James lebih ke marah-marah n mukulin gw sambil ngamuk-ngamuk, hehehe lucu sih. Trus gw lupa persisnya kapan, akhirnya 5 hari lewat tanpa nyusu, seminggu lewat, 2 minggu lewat, dannn sebulan lewat sudah! Gw sekarang berani bilang kalo James sudah disapih 😀

Kalo dulu pas anak pertama gw nyapihnya sambil mellow-mellow. Gw orang yang sangat menikmati proses menyusui sampe ga pengen masa menyusui ini cepat berlalu hehehe. Tapi pas anak pertama gw lebih sering mellow dan kadang nangis kalo inget harus nyapih si bocah. Kalo yang nyapih kedua ini, gw ga terlalu mellow lagi, mungkin karena saking sibuknya gw ya, jadi gw lebih dibawa santai. Masih mau nyusu ya ayok, kalo lupa – yey hampir berhasil sapihnya!! Tapi pas doi lupa 2 harian gitu gw sendiri masih merasa kehilangan, antara rela gak rela. Makanya maju mundur mulu hehehe. Akhirnya doi berhasil lepas, dengan pelan-pelan, tapi gw juga berhasil merelakan dengan pelan-pelan 🙂

my not-so-little boy :')

my not-so-little boy :’)

di Mang Engking Ungaran

jidat lebarrr, kaya gw 😛

Hari Kartini April kemarin

Hari Kartini April kemarin

 

2. War Room

warroom

Gw dikasi nonton film ini pas acara gereja khusus jemaat wanita sebulan sekali. Filmnya ini bagus banget lho, memang film Kristen tapi mirip film drama, yang you can totally relate happened in real life. Ceritanya suami istri yang kehidupan pernikahannya gonjang-ganjing bertengkar mulu, gara-garanya salah satunya masalah duit. Si istri berusaha bantu hidup adiknya (yang sudah menikah tapi suaminya pengangguran) dengan mentransfer duit, si suami marah-marah karena merasa itu duitnya dan si istri ga berhak transfer-transfer tanpa minta ijin suami. Istri marah karena merasa itu duit tabungan bersama, suami marah dan bilang kalo penghasilan dia tuh 4x lebih besar daripada si cewe, jadi itu lebih ke duitnya si cowo. Akibat mereka sering bertengkar mulu, anak cewe mereka merasa ga diperhatikan dan ga dipedulikan. Si suami juga males pulang ke rumah, soalnya di rumah tengkar mulu ama istrinya. Eh trus dia ketemu cewe cantik di tempat kerja, mulailah doi berpikir untuk selingkuh….. Cerita selanjutnya nonton sendiri aja ya, no spoilerrr 😀

3. Bazaar Market and Beyond

Yeyy, belakangan ini mulai masuk bazaar-bazaar di Semarang. Kalo Jakarta kan udah sering ya. Kali ini ada bazaar namanya Market and Beyond 27-29 Mei kemarin. Gw sempet datang 2x kesana, vendor makanannya mantab-mantab, bikin gw gendut kalo kesini mulu. Trus temen-temen gw juga beberapa buka stand disana. Namanya semarang kota kecil ya, tiap jalan berapa langkah di bazaar selalu ketemu kenalan dan say hi berenti dulu wkwkwk.

Hasil berburu gw disana apa donk?

tempat telor dari @shabbychicindonesia dan bros cantik dari @lejardinaccessories

Gw tuh emang lagi cari-cari tempat kuas-kuas dan peralatan gambar gw. Gw dah liat-liat di TGA, Ace Hardware, Informa tapi ga nemu yang gw mau. Gw pengennya yang dari kayu, buat meja belajar gw alias spot kerja gw yang baru. EHhh pas banget liat tempat telor ini di @shabbychicindonesia, gw pikir ini cocok banget buat tempat kuas, spidol, dan macem-macem alat gambar tulis gw.

banana clip cantik dari @handmadepita

banana clip cantik dari @handmadepita

tadinya uda skeptis rambut gw banyak banget ga mungkin muat, ternyata muat lohh! makanya gw beli

Di bazaar market and beyond kemarin ini, booth Handmade Pita gw liat palinggg lariss. Udah barangnya lucu-lucu, bisa buat anak bisa buat mamanya, eh duo penjualnya ini pinter banget jualan 😛 (2 temen gw). Gw agak feel quilty ajak mertua gw kesini, doi belanja sekeranjang penuh di booth handmade pita (maklum cucu cewe nya ada 5, cucu cowo cuma 2 dari gw) hihihi.

Nah tanggal 10-12 Juni ini juga ada Absolute Bazaar di Patra Jasa Semarang. Tadinya mau pergi hari ini, apa daya ga jadi karena diajak makan siang ama mertua laki yang baru dateng dari Jakarta (sungkan nolak) dan pas giliran mau kesana katanya ramenya pol-pol an. Besok mau kesana, muga-muga gw gak terlalu kalap yaaa (sebenernya pengen kalap kalo bayarnya pake daun hahahha). Kalo bazaar gini, mami-mami seumuran gw semangat 45, mungkin sudah nature nya kita suka ‘berburu’ barang, apalagi denger kata ‘special promo bazaar only’. Whoooshhh semoga besok gw sukses kesananya hihihi 😀

 

Kepo-ing and Judging (part 2)

Setelah lama tertunda, hari ini gw sempatkan menulis satu dua patah kata (pastinya nanti jadinya satu dua halaman ups).

Jadi setelah kita bahas per kepo an di babak kemarin, kali ini gw pengen bahas soal nge-judge.

Nge judge ini tidak bisa dipisahkan dari hidup kita sehari-hari, apalagi lagi-lagi dengan adanya sosmed. Lha gimana ya, dikasi liat hidup orang setiap hari, siang ngapain, malam ngapain, pasti lama-lama terbentuklah satu opini tentang orang tersebut di kepala kita. Contoh ya contoh:

Ni orang foto cantik terus ala-ala candid, apa suaminya yang foto in (instagram husband) atau sewa fotografer ya? Pasti tajir melintir ni orang, abis fotonya di luar negeri mulu. Wow naik business class pula! Wow, keren amat hidupnya seneng-seneng mulu. Hmm pasti ini gak ngurus anaknya deh. Loh suaminya juga ga perna ada di foto, pasti ga harmonis nih ama suaminya.

Wkwkwk.. ya sudah lah ya orang happy biarin happy, kenapa kita mesti cari-cari kurangnya, supaya menghibur kita sendiri kah? hehehe. Orang yang kita ga dekat, kita gatau bener-bener hidupnya seperti apa, pergumulannya seperti apa, kerja kerasnya seperti apa, mungkin kita cuma liat hasil nya yang indah-indah tanpa tahu sisi ga enaknya.

Kadang apa yang kita pikirkan tentang seseorang bisa jadi benar, karena memang image yang ditampilkan seperti itu. Tapi sebaiknya kita cukup sekedar tahu dan ga perlu untuk menjudge orang tersebut dengan memberikan komentar jahat atau menyebarkan gosip buruk tentang orang tersebut.

Kenapa gw nulis topik ini? Karena gw melihat beberapa peristiwa:

  1. Kasus Mulan Jameela

    Gw uda tau lama kalo akun dia sangat banyakkkk sekali hatersnya. Bisa dilihat dari setiap fotonya, komennya banyak yang jahat dan nyakitin dan menurut gw ga pantes buat diucapkan ke seorang manusia. Rata-rata nyindir, maki-maki, ato nyumpahin supaya cepet mati. Well, gw bukannya membela perbuatannya ya. Bagaimanapun gw kalo jadi Maia juga pasti sakitnya tuh disini (tunjuk dada) karena suami gw kawin lagi dengan temen duet gw. Dan Mulan juga salah banget kenapa mau sama si Dhani yang notabene suami sahabatnya. Dilihat dari etika moral manapun (meski belakangan Dhani bilang mereka uda pisah duluan sebelum dia jalan ama Mulan), bagaimanapun ya tetep menurut gw SALAH kalo lu kawin sama suami sahabat lu.
    Nah semua orang (termasuk gw) juga ga suka ama Dhani dan Mulan. Tapi ya, klo liat komen2nya di insta Mulan, gw ngelus dada lho. Gw bayangin kalo gw yang dikata-katain gitu, mungkin bisa mendorong gw untuk punya pikiran suicidal. Itu sudah seperti di bully orang satu Indonesia. Dan semua komennya jahat banget. Gw penasaran lho, apa mereka yang komen itu berasa enakan hatinya setelah maki-maki si Mulan? Apa enaknya maki-maki orang dan nyumpahin orang itu mati ato masuk neraka? Bahkan banyak account Instagram yang khusus dibuat hanya untuk mengata-ngatai si Mulan. Kok niat banget ya

  2. Kasus Pendeta terkenal di Semarang

    .. yang baru saja meninggal dunia. Dulu gw bergereja di gereja beliau, karena satu dan lain hal sekarang gw sudah pindah di gereja lain. Beberapa waktu lalu, pendeta ini meninggal dunia mendadak karena serangan jantung. Saking mendadaknya pas pertama denger kabarnya pagi-pagi, banyak yang pikir ini adalah berita HOAX. Beliau pendeta yang sangat terkenal di Semarang dengan jemaat ribuan dan setiap mengadakan acara, maka orang dari luar kota berbondong-bondong datang. Banyak yang mencintai beliau, tapi ga kalah banyak pula hatersnya karena banyak yang menganggap ajaran gerejanya adalah sesat. Sesaat setelah beliau meninggal kemarin, jemaatnya banyak yang masih berdoa dan berharap supaya beliau dibangkitkan. Namun Tuhan berkehendak lain dan begitulah beliau akhirnya dimakamkan. Nah banyak sekali yang waktu itu berkomentar jahat, mengejek, dan menjadikan ini perdebatan (di medsos). “Atas dasar apa mereka pikir manusia biasa bisa bangkit dari kematian?” Bahkan mereka menganggap jemaatnya mungkin sudah agak gila. Tapi gw berusaha menempatkan diri sebagai mereka. Gw rasa seandainya hal tersebut amit-amit terjadi pada orang yang gw kasihi, pasti gw juga berbuat hal yang sama, menangis dan memohon mukjizat supaya ia dibangkitkan. Karena ini adalah bentuk ketidakrelaan melepas orang yang sangat dikasihi dengan cara mendadak. Karena itu, tidak perlu berdebat, tidak perlu membully jemaat tersebut, sebaiknya kita doakan semoga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan penghiburan.

  3. Kasus si Anak SMA

    Semua pasti tau ya beberapa waktu lalu ada video anak SMA yang dihentikan oleh polwan lalu lintas. Mobilnya kecil tapi diisi 7 anak SMA yang seragamnya penuh coret-coretan karena mereka merayakan selesainya UN. Si anak SMA ini kemudian memaki-maki polwan bahkan mengancam bahwa dia punya beking.
    “Aku tidak main-main, aku tandai Ibu, aku anak Arman Depari,” katanya.
    Memang saat gw nonton videonya, gw ngelus dada, kok begitu arogan. Terlepas seandainya dia memang betul anak Jenderal yang dimaksud, kan ga perlu dia emosi dan arogan seperti itu. Tapi yang nge video gw pikir juga kompor, gw gatau siapa yang mem video ini dan akhirnya video ini tersebar secara viral. Disini kita bisa lihat betapa kuatnya media massa mempengaruhi hidup seseorang. Dalam waktu 24 jam, begitu viralnya video tersebut di share dan di share ulang, begitu banyak komen jahat diumbar di media online, tentu ga sedikit yang mempertanyakan “anak siapa ini? bagaimana ortunya didik dia? kok bisa anaknya seperti itu?”
    Ini jadi pukulan berat buat bapak kandung si anak, dan seperti kita tahu, beliau tensinya naik, masuk ICU, dan akhirnya meninggal. Gw miris, kasian anak ini, kemarin baru seneng-seneng selesai UN, hanya kesalahan fatal memaki polwan (yang mana dia sangka kemudian videonya akan ditayangkan di TV Nasional??), lalu besoknya ayahnya meninggal gara-gara ga kuat menanggung malu. Gara-gara dia. Beban moral seperti apa yang dihadapi gadis ini?
    Dan gw heran ya di komen berita detikdotcom saat si bapak diberitakan meninggal, eh si tukang bully masihhh aja ada, komennya jahat semua. Katanya: “Nah instant karma tuh, kemarin gamau ngakuin bapak kandungnya sih, sekarang mati deh, abis ini jangan2 beneran diangkat anak sama Arman Depari”
    Gw rasa everyone deserves a second chance, apalagi dia adalah gadis yang usianya bisa dibilang usia belom matang, masih mencari jati diri.. Kalo tukang bully ini terus membully dia, bisa jadi dia akan punya pikiran suicidal. Dan masyarakat kita ini kenapa sih kok demen banget ngurusin orang lain?

  4. Kasus Ayu Ting – Ting

    Baru-baru ini gw ga sengaja kesasar di insta hatersnya Ayu Ting Ting (ATT). Wih niat banget lho, dan followernya juga ga maen-maen banyaknya. Gw bingung deh beneran kenapa orang hobi jadi haters, mencari-cari kesalahan orang, discreenshot salahnya, lalu dipajang, dibikin viral, followernya rame-rame urun komen sadis. Gw cuma bisa menyimpulkan bahwa haters-haters yang tukang bully parah ini adalah orang-orang kurang kerjaan. Jangan salah paham, gw sama sekali ga nge fans ama ATT, tapi gw heran kok sempet gitu ya. Gw ngurus anak, kerjaan, rumah tangga, udah rasanya kaki di kepala, kepala di kaki #lebay. Bagaimana mereka bisa sempettt gitu rajin komen sadis di seleb yang mereka benci? sempet ngedit-ngedit fotonya dan dibikin lelucon? -_-‘
    Oh ya buat yang gatau kenapa doi dibully, gw juga gatau sampe kemaren pas ga sengaja kesasar di akun si haters. Ternyata ATT dibully gara-gara kelewat mesra (menurut si haters) ke Raffi Ahmad suami Gigi. Maklum yah gw jarang nonton tipi apalagi nonton Dahsyat.. Menurut gw pribadi sih, settingan doank kali yaa, biar ratingnya naik hihihi 😛

Pesan gw cuma satu: kalo mau ngejudge, cukup di hati (ato ke suami lah hihihi), dan hindarilah menjadi haters apalagi tukang bully. Energi positif akan mengundang energi positif, energi negatif akan mengundang energi negatif pula, like this quote:
“You can’t live a positive life with a negative mind.”

92f10c75a7a9f21ab0c69521864a5181

Kepo-ing and Judging (part 1)

Akuilah kita semua pernah kepo dan pernah ngejudge. Gw sendiri juga. Tapi setidaknya gw kepo seringnya dalam hati saja, ngejudge (atau berpikir buruk) dalam hati saja. Paling banter (maksimal) ya cerita ke suami atau keluarga.

Sebenernya postingan ini bukan karena gw tersinggung atau apa, tapi dengan maraknya media sosial (atau emang dari sononya), gw merasa belakangan orang banyak terjangkit dua penyakit ini. Penyakit kepo dan penyakit ngejudge 😛 Tanpa bermaksud menyinggung siapapun, mari gw curhat disini.

Kepo

Gw sih tau ya, orang Indonesia itu ramah-ramah, lebih care, kalau dibandingkan dengan mungkin orang bule. Selama gw dulu tinggal di Australia, gw memang berasa aura individualis nya tinggi, semua orang berjalan dengan cepat, no slow pace, mind his own business. Kalo ketemu bule di lift paling basa-basinya mereka:  “Hi have a good day!” “Thank you!”, kalo disini ketemu Tante-Tante di lift bisa ditanya anaknya umur berapa, sekolah dimana, penutupannya: ‘anaknya 2 cowo semua? harus tuh nambah 1 lagi cewe!’ Hahahaha gw sih cuma senyum aja. Bukannya gw gamau ya, gw mau kok tapi misua kaga mau, gimana coba?

Dan ini basa-basi paling wajar yang selalu gw dapatkan dimana-mana sih. “Anaknya dua cowo? Saatnya nambah satu lagi, harus ada tuh 1 cewe!” Aduhh gimana jelasinnya yaaa, gw sih mau2 aja tapi misua ga mauuu.. Kadang kalo orangnya maksa banget (tante-tante), dan gw uda bilang klo misua kaga mau, akhirnyaaa gw bilang: “hm Tante coba deh yang bilangin suami saya.” hahahahha abis mau nasihatin gw sampe berbusa, kan ya percuma toh? wong yang gamau bukan saya 😛

Lha gw sendiri juga manusia kepo, tapi kepo terselubung yang santun (apa pula ini? wkwkwk). Jadi kepo gw itu contohnya ya, klo gw pengen dapetin info tentang seseorang, gw bisa search macem-macem, dari stalk instagramnya, facebooknya, kan gampang tinggal cari di google. Atauu.. psstt ini rahasia kita aja ya, gw tau akun facebook semua mbak mas yang kerja di rumah gw, bahkan gw tau akun facebook sopirnya ipar gw 😛 Caranya gimana? Jadi gini ceritanya, suatu hari kira-kira 1-2 tahun lalu ada mbak gw yang mau ijin pulang tapi gw ragu kayanya feeling gw nih mbak ga bakal balik deh. Gw pengen tau akun FB nya apa, karena mbak2 gitu biasanya suka curhat2 di facebook. Susternya temen gw aja ketahuan curhat jelek-jelekin majikannya stengah mati di facebook. Nah tapi nama mereka itu kan seringnya bukan nama asli dan alay, misal: sitimencaricintasejati, putriselaludihatimu, dan sebagainya. Jadi jujur susah nemuin 1 orang dengan nama aslinya, ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Pikir gw saat itu ya, gw hanya perlu tau salah satu akun Fb mereka, setelah itu pasti gampang tinggal cari di friend list nya. Nanti ketemu semua orang-orang yang kerja ama gw kan. Nah kebetulan salah satu mas yang kerja disini kalo kontak misua pake whatsapp instead of sms. Nicknamenya gw liat, ohh itu, coba gw cari yah di FB, nahhh ketemu! Dari situ gw nemu temen-temen yang kerja disini juga. Yes gw dengan napsu kepo bukain friend list mereka yang ratusan biji, nyariin satu-satu sampe ketemu semua akun mereka, tapi satu-satunya yang gak berhasil gw temuin waktu itu adalah akunnya suster wesley dulu (kerja ikut gw 3 tahun), akhirnya gw menyimpulkan klihatannya dia emang ga punya FB. Gw ga add mereka friends ya, gw cuman catet link mereka semua di notepad. Trus gw baca tuh status-status mereka dari yang lama-lama. Untungnya ga ada yang jelek-jelekin majikannya *phiuh*, mala gw baca kok baik ya, mereka posting butuh tenaga kerja di saat gw emang lagi nyari mbak karena mbak yang lama keluar. Gw memang ga pernah pake makelar, selalu dapat gantinya ya dari teman/sodara mereka dari desa. Pikir gw selain hemat uang admin, kan mereka juga kalo sedesa itu lebih cocok biasanya.

Nah itu salah satu contoh ke-kepo-an akut gw 😛 (tapi itu berguna lho dan tidak merugikan siapapun, kan gw ga bilang2 kalo gw kadang ngintip akun FB mereka. Lagian gw jadi tau apa yang mereka alami lewat status mereka, misalnya ada yang kangen rumah, ada yang mau sakit, ada yang mau kawin, dll). Trus selain itu, gw kadang juga kepo sama cerita-cerita temen gw. Tapi sekali lagi ya, kalo gw ga deket, gw tau batas-batasnya, ga akan nanya hal-hal sensitif kecuali gw emang uda deket banget sama orangnya.

Basa-basi yang salah –> ini subjudul karena barusan ingat

Kadang kalo ketemu orang yang kita ga kenal deket kan suka nervous dan gatau mau ngomong apa ya. Tapi ini tips dari saya: Jangan pernah kamu berbasa-basi sama cewe, bilang “Wah kamu gemukan ya?” HARAM hukumnya. Apalagi kalau ini “Kamu hamil lagi ya?” sambil liatin perut gw -_- I tell you, it is unnecessary and hurtful and make me not confident at that moment.

Jadi dulu waktu wesley umur 3 bulan, gw pernah kondangan. Gw emang dulu gemuk banget waktu menyusui, kira-kira 10 kilo lebih berat daripada gw sekarang. Abis gimana donk gw naek 18 kilo selama hamil. Pas gw kondangan itu, 2 temen gw semeja bisik-bisik, akhirnya salah satunya memberanikan diri tanya ke gw: “Teph apa kamu lagi isi lagi?” Gw cengo sesaat, hah anak gw kan baru 3 bulan, mana mungkin sih gw hamil lagi? Kalopun seandainya gw hamil lagi, kan ya ga mungkin sampai usia kehamilan dimana perut gw mulai tampak buncit? (4-5 bulan) ya kan? Gw ketawa bilang ngga. Tapi pulang gw liat cermin dan ketujeb-tujeb bro sis.. T_T #masamasagendut

Itu ga kejadian sekali ya. Sepanjang wesley 1 – 12 bulan itu gw emang asli menggendut banget, karena waktu itu gw kejar supaya asinya banyak, gw makannya banyak banget dan gamau diet. Alhasil bener-bener melembung deh sampe kadang temen gw gak mengenali T_T #masamasamenyedihkan #masamasapakaiangamuatsemua

Nah pas Wesley umur sekitar 3 taonan (berat badan gw uda balik ke masa gadis) lagi-lagi pas kondangan ketemu Tante-tante yang bilang “berapa bulan nik?” Gw: “hah saya gak hamil kok Tante”
Tantenya: “lho Tante kira hamil lho, la itu perut kamu.. (nunjuk perut gw, maksudnya apa coba?!)
Gw: (berusaha ketawa padahal hati teriris-iris) Oh ngga kok Tante, ini bajunya kali ya jadi kliatan kaya hamil *nyalahin si baju*
Tantenya: “Ah masa to nik kamu ga hamil?! Kaya hamil gitu kok!”
Gw: (Mulai Gemesh ini tante nanya apa ngeyel sih, Yang tahu hamil ato ngga kan saya, kok situ yang ngotot)

Lha beberapa hari lalu juga ketemu Tante-Tante temen mertua gw di supermarket. Dia lagi sendirian, gw sapa dan salami. Terus dia bilang: “Tante pangling, sekarang kamu… *jeda* *gw harap dia bilang kurusan karena timbangan gw baru saja kembali ke berat badan gw semasa gadis* … lebih bunder ya.” (sambil pegang pipinya memeragakan)
Gw : oh ya? (ketawa canggung)
Tante: (berasa salah ngomong) “hmm soalnya dulu kan kuruss .. kalo sekarang lebih bunder gitu lho..”

OK. It doesn’t help at all. Seinget gw terakhir ketemu si Tante tuh masa-masa gw masih gendut abis melahirkan.. Ucapannya yang terakhir itu sebuah ralat basa-basi yang salah -_-‘

Moral of the story ya: kalo mau basa-basi jangan nanya apakah dia gemukan. Basa-basi paling pantas (dan sering gw praktekkan) adalah “wah kamu kurusan yaa!” (kalo emang gw liat dia tambah kurus) atau apa aja deh yang bisa gw puji – entah rambutnya yang bagus, anaknya yang lucu, asal jangan suaminya aja yang gw puji-puji hahahah 😛

Jujur gw juga pernah suatu saat dulu keceplosan nanya temen gw apa dia lagi hamil. Sebab dia baru married beberapa bulan dan pas ketemu gw tuh pake baju potongan di bawah dada yang mirip banget sama baju hamil. Ketika dia bilang nggak, aduhhh gw ga enaknya stengah mati.. Pokoknya sejak itu gw pantang nanya orang hamil apa ngga kalo ketemu temen. Biar dia sendiri yang cerita, ato temen gw yang lain yang konfirmasi kalo si A beneran hamil.

Dalam hal apapun ya, kecuali kalo sama suami, family, ato temen yang bener-bener deketttt banget, gw selalu mengingatkan diri sendiri: apakah yang akan gw katakan itu hal yang baik? berguna? fakta yang sudah teruji kebenarannya? atau hanya kata orang?
Kalau ragu-ragu, lebih bijak kalau kita diam saja. Karena di kota sekecil kota gw ya, gosip tentang seseorang bisa dengan sangat cepat menyebar seperti wabah flu. Ketika orang yang jadi bahan gosip ini tau, bisa ribut besar deh sama temen sendiri. Ini kejadian beneran di beberapa orang yang gw tau. Makanya, gw ga mau deh gosip-gosipin orang, kecuali sama misua gw sendiri hahahha 😀

Tadinya gw mau bikin 1 post bareng yang Judging tapi kliatannya ini sudah panjang banget. Bersambung ke part 2 ya untuk tema Judging.

Happy Thursday friends!! ❤

 

 

 

 

 

 

Bye 2015, Hello 2016

Postingan pertama di tahun yang baru!

Taon 2015 kemarin tahun yang asik. James mulai pertama masuk sekolah agustus kemarin. Dan ternyata anaknya demen banget sekolah, klo di sekolah girang banget. Bahkan saat libur sebulan seperti sekarang, anaknya kadang minta ‘klah mah klahh..’ maksudnya ke sekolah. Kangen sama miss-miss nya ato mainan ato temen-temennya ya? hihihi.

Tahun 2015 ini kita wisata dalam negeri saja, Lebaran kemarin ke Jakarta, dan Desember ini ke Bali (postingan segera menyusul, sedang transfer foto). Sedang menabung supaya 2016 nanti bisa jalan-jalan jauhan dikit yaaa (baca: keluar negeri) aminn 😛

Kerjaan gw sendiri beberapa bulan belakangan rame banget, puji Tuhan, tapi gw harus lebih bisa manajemen waktu nih. Gw emang orangnya gak organized, mungkin emang jiwa seniman jadi berantakan ya (excuse) hahaha. Jadi cita-cita gw tahun depan salah satunya adalah supaya lebih organized, lebih rapi, dan mengurangi procrastinating. Tau procrastinating kan? Jadi buka laptop, rencana mau nylesein kerjaan, trus mikir: ah enaknya liat youtube bentar, dan tiba-tiba 2 jam hilang sudahhhh di depan youtube *quilty* *quilty* *quilty*. Motivasi gw yang paling bagus adalah: saat tiba Deadline 😀 langsung ngebut sampai jadi.

Bulan lalu, gw beli kamera baru *grin*. Ini agak lucu ceritanya. Sebenernya beli kamera tidak ada dalam list gw, gw punya compact camera Canon S100 yang gw beli 3,5 tahun yang lalu. Itu juga belakangan gw anggurin karena gw terlalu asik foto-foto pake iphone. Nah suatu hari gw komen di blog ibu Leony waktu doi sedang travel ke Jepang, gw komen: eh kamera lu apa? kok bagus banget fotonya. Nahhh akhirnya kita japri-japrian dan doi bilang suaminya mau jual DSLR kamera yang gw komen in hasil fotonya bagus itu tadi. Harganya bagus dan dapat lensa banyak, gw bilang mau pikir-pikir dulu. Trus gw nanya ke temen yang hobi fotografi, eh direfer sama dia kamera-kamera baru, dan gw jadi browsing-browsing, lama-lama jadi kepincut sama kamera Fuji. Terutama karena adik gw uda pake kamera Fuji juga. EH pas kebeneran Black Friday Sale, kayanya semesta mendukung keinginan gw untuk memboyong pulang sang kamera hahaha. Jadilah gw beli kamera XT10 dari blibli.com dengan diskon voucher 500 rebu plus cicilan 0% selama 12 kali. Manteb deh! 😀

Gw sekarang masih belajar pakainya, sering pake automatic mode, tapi juga belajar untuk settingan yang manual. Semogaa makin lama makin ahli gw pake nya. Trus trus.. sapa tau gw nambah profesi jadi fotografer gitu yaa *dipelototi misua *.

Tahun ini kita menghabiskan tahun baru di.. rumah 😛 heheheh. Mertua dan keluarga ipar gw datang dari Jakarta, kita dinner bareng-bareng di Koenokoeni sampai jam 9 trus pulang ke rumah. Tapi jam 10.30 cici misua gw n suaminya, bareng sama adik misua dan istrinya, pergi bareng-bareng ke kafe yang lagi hits di semarang untuk taon baruan. Gw si diajakin, tapi misua gw keukeuh gamau ikut. Ya gw jadi ga ikut juga deh, masa gw jadi obat nyamuk tanpa pasangan wkwkwk.

Nah sebenernya nih ya, gw ni dari duluuu jaman belom merit, gw dan keluarga tu suka celebration-celebration, dari bday (ortu gw suka nylametin jam 12 teng), sampe New Year Eve. Dulu pas remaja, gw dibolehin ortu untuk ikut perayaan tahun baru di jalan (meski dalam mobil sih). Ga ada istimewanya juga, cuma rame-rame tiup terompet dan pencet klakson. Tapi paling nggak, gw remaja gak penasaran apa itu ‘ulo-ulo nan’, udah perna ngerasain turun ke jalan. Trus kalo pas kita taon baruan di luar negeri, kita pasti rela desak-desakan demi mencari spot terbaik buat nonton kembang api taon baru 😀

Pernah gak lu memandang pasangan lu sambil mikir: ‘kok dia bisa beda bangettt sih??’ Nah itu klo gw liat misua soal celebration. Keinginan doi saat NYE adalah tidur dengan tenang. Gw ga ngerti ini apa memang sifat ato karena kita terpaut 5 taon ya? wkwkwk. Sebagai istri yang budiman tentu gw goler-goleran aja di ranjang nemenin dia sambil nyetel TV acara New Year Eve. Eh pas jam 12 kurang tiba-tiba bunyi dor dor macem bom meledak di depan rumah gw. Larilah gw ke jendela. Ternyataa tetangga depan rumah gw nglempar kembang api gede-gede ke udara, bagus-bagus! Cepet-cepet gw ambil si kamera kesayangan untuk belajar ‘memotret kembang api’. Setelah sekitar 10 menit gw mengagumi si rentetan bom di udara ini sambil asik foto-foto. Eh kok kamar gw jadi bau hangus gini ya, gw khawatir nti Wesley batuk (doi belom pulang, ceritanya di bawah nanti). Jadi gw tutup jendela dan cepet-cepet pergi ke teras depan rumah, niatnya biar bisa lihat lebih jelas dari luar rumah. Eh ternyata depan rumah gw lagi ada satpam. Gw berniat mau masuk rumah lagi. EHHH terkunci sodara-sodara! Rupanya pintunya njegleg dan terkunci otomatis *tepokjidat*. Lha si satpam juga terlanjur liat gw, trus doi bilang: “lihat dari sini saja Bu, lebih jelas dari sini.” Hauhahaha emang sebenernya gw tadi mau kesitu Pak, tapi sungkan abisnya ada kamu” sahut gw dalam hati wkwkwk. Akhirnya taon baruan ini dihabiskan dengan nonton kembang api gratis dari tetangga bersama si satpam wkwkwkk.

kembang api dari tetangga. tetangga depan rumah gw n sebelah 2 rumah dari gw sahut-sahutan melempar kembang api

Tetangga depan rumah gw n sebelah 2 rumah dari gw sahut-sahutan melempar kembang api, baguss yaaa

Trus gimana caranya gw masuk rumah? Misua gw dah tidur. Akhirnya gw minta tolong satpam untuk telepon rumah gw, si mbak rumah akhirnya bukain pintu *haish memalukan bener* hahaha.

Lha taon ini untuk pertama kali nya Wesley nonton kembang api. Jadi sorenya mertua gw bilang mau ajakin anak gw dan anak cici suami gw untuk nonton kembang api dari Koenokoeni. Jadi anak-anak mau disuruh tidur siang dulu sampe sore. Gw menyangsikan karena Wesley tuh susahhh banget disuru tidur siang. Kadang perna gw paksa tidur siang, bisa 1 jam goler-goleran sampe gw uda hampir lesss ketiduran, eh doi tetep melek aja. Bikin esmosi kadang nidurin anak ini. Kadang klo bangunnya kepagian, baru deh doi bisa tidur siang dengan cepat dan lancar. Tapi kmaren tanggal 31 tuh doi bangunnya jam 8. Yang mana biasanya klo doi bangun jam sgitu ya gw ga nyuruh dia tidur siang lagi. Ya uda la gw pikir pokoknya klo anaknya gamau tidur siang ya uda ga usa nonton kembang api. Tidur ajaa (masa nyokapnya di rumah, anaknya mala asik nonton kembang api?? wkwkwk).

Diajak tidur siang ama omanya pertamanya gamau, tapi karena doi hobi banget ngikutin sepupunya. Jadi dirayu mertua gw untuk ‘nemenin sepupunya tidur’, eh eh akhirnya ni anak tidur beneran deh. Takjub gw, baru pertama kali kayanya doi ditidurkan sama omanya. Karena itu, malamnya yaa gw kasi ijin deh diajak mertua gw nonton kembang api. Jadi jam 10.30 mertua cewe gw ama 2 cucunya pergi ke Koenokoeni lihat kembang api dari situ.

Begitulah taon baru kali ini. Kelihatannya dalam 2 minggu terakhir berat gw sukses naek 1 kilo, akibat kulineran di Bali kemarin dan sekarang juga ipar gw datang jadi pesta kuliner masih lanjuttt terusss.. Semoga kerusakan nanti ga terlalu fatal ya (baca: berat gw jangan naik banyak-banyak donk T_T ).

Gw punya beberapa harapan untuk tahun depan (yang gw share nanti kalo sudah terkabul hihihi). Tapi tadi gw diingatkan oleh salah satu feed instagram yang gw follow, katanya: Jangan fokus kepada apa yang kita belom punya, tapi fokus lah bersyukurlah atas apa yang saat ini kita punya.. pasangan kita, pekerjaan, dll. Ada benernya sih, kadang kita pengen banyak hal ini dan itu, dan lupa liat apa yang sekarang kita punya. Gw rasa kita harus balance, punya mimpi-mimpi yang ingin dicapai, tapi tak lupa melihat apa yang kita miliki sekarang di depan mata 🙂 Pasangan kita, anak-anak kita, pekerjaan kita, tempat tinggal, dan lain-lain adalah hal yang patut kita syukuri 🙂

Well SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU semuanya!! Semoga tahun 2016 ini impian-impian kita tercapai dan meskipun belom tercapai, biarlah kita selalu bisa menikmati setiap prosesnya. Aminnn 🙂