jump to navigation

Tren Sosialita Desember 23, 2011

Posted by t3ph in Opini.
Tags: , , , , ,
6 comments

Tadi siang aku dibuat kaget dengan berita yang disodorkan Jelang Siang oleh TransTV. Tidak biasanya acara berita menyodorkan sajian dengan judul: TREN SOSIALITA, memperlihatkan 15-20 wanita berdandan seperti ke pesta, dan riuh berfoto bersama. Mungkin sekilas seperti gerombolan artis sedang arisan bareng di sebuah restoran. Menurut laporan Jelang Siang, kata ‘sosialita’ sendiri dulu maknanya adalah wanita kalangan jet set yang rutin berpartisipasi di acara-acara sosial seperti derma kepada kaum papa. Namun disayangkan sekarang maknanya bergeser jadi kaum ibu-ibu kalangan jet set yang suka berkumpul bersama. Kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai ibu rumah tangga, namun jadwal mereka sungguh padat tak ubahnya wanita bisnis. Hari ini arisan, sore nanti ke salon, malam ini si Bu ANU ulang tahun dan dinner di hotel B. Begitu kira-kira.

Salah satu sosialita tersebut bersedia diwawancara Trans TV, sebut saja Bu AN ibu dari 3 anak, sebagai ibu rumah tangga dia perlu refreshing dan pergi bersama teman-temannya sekali waktu. Dia mengaku bahwa dia sudah mengantongi ijin suami, asalkan keluarga tetap jadi prioritas utama. Yang mana aku bertanya-tanya, bagaimana bisa sosialita dengan jadwal padat seperti itu, dan pengeluaran yang besar untuk mempercantik diri supaya ga kalah dengan teman-temannya, suaminya oke-oke saja di rumah merawat anak? Suamiku aja baru ditinggal nyalon 3 jam, dititipi anak, mukanya dah manyun kiyun waktu aku pulang.

Lalu ada istilah lain yaitu ‘social climber’, yang mana artinya orang bukan dari kalangan jet-set tapi berupaya bergabung dengan kaum high-end ini. Tentu tak mudah, karena kalangan sosialita tidak begitu saja menerima anggota baru. 

Lucunya kemudian seorang sosiolog ditampilkan, dia berkata bahwa disayangkan jika sosialita-sosialita ini menghabiskan uangnya untuk foya-foya, lebih baik untuk membantu kaum yang membutuhkan. Lalu ditayangkan kondisi perumahan kumuh di Indonesia dan bakcground suara: “…menciptakan kesenjangan ekonomi yang semakin jauh..” Memang sebuah ironi melihat tayangan ini, di satu tempat para ibu-ibu muda nan jelita ini tertawa riuh dan berfoto bersama (bahkan saking hebohnya ada yang naik ke meja), di tempat lain diperlihatkan orang-orang yang tidak mampu, mungkin untuk makan besok aja mikir gimana duitnya. Yang di benakku adalah bagaimana si Bu AN ini bereaksi melihat tayangan liputan arisannya (yang seharusnya prestige karena diliput oleh TV), berubah menjadi sebuah tayangan yang menyudutkan dirinya? Bukankah semua pemirsa menghakimi dirinya saat menonton tayangan tersebut? Apakah dia tidak tahu dari awal konsep tayangan ini, sehingga dengan senang hati mau diwawancara?

Lalu penyiar Jelang Siang kembali menginfokan bahwa bicara sosialita tidak lepas dari fenomena sebuah tas. Yakk apalagi kalo bukan Birkin dan Kelly dari Hermes. Lalu si Bu AN ini kembali diwawancara, kali ini di rumahnya, dia menunjukkan koleksi tas mewahnya. Beberapa Hermes (yang terlihat seperti gres), Balenciaga, dan Chanel. Dia memiliki beberapa tas Hermes, dan lebih dari 20 aksesori Hermes (gelang dst). Ketika ditanya alasannya mengoleksi tas Hermes, dia mengaku bahwa pada awalnya karena ikut teman. Teman-teman satu group memiliki tas ini, jadi dia ingin memiliki juga. Lalu keranjingan dan membeli beberapa. Padahal dia mengaku bahwa harganya terlalu mahal dan sebenarnya tidak sepadan dengan kualitasnya, hanya menang merk. Kulitnya, bahannya, hampir sama dengan tas-tas lain dengan harga di bawahnya. Tau kan, Hermes harganya bisa ratusan juta rupiah? Blom lagi yang limited edition. Tapi aku bukan penggemar Hermes, kalo mau lebih tau tentang tas ini bisa baca buku Hermes Temptation karangan Fitria Yusuf dan Alexandra Dewi yang baru saja meluncur bulan ini. *promogratis*

Aku salut dengan salah seorang artis kita. Dia pernah berkata: “Aku ngga perna beli berlian ato tas bermerk. Bayangkan aja, harga satu tas Rp 60 juta. Itu ngga penting buat aku. Itu bisa buat beasiswa beberapa anak setahun. Nggak make sense banget.” (Cinta Laura, Jawapos 20 Juni 2011). Dia menyumbangkan penghasilannya ke yayasan ibunya, yang kegiatannya membangun sekolah-sekolah rusak, total ada 11 sekolah yang sudah dibangun.

Pernah nonton Machine Gun Preacher? Disitu seorang evangelist yang berjuang mati-matian membangun tempat perlindungan untuk anak-anak di Sudan. Dia menjual bisnisnya, menguras smua tabungannya, demi mendanai camp yang dibangunnya di Sudan. Di satu scene, dia marah besar kepada putrinya ketika putrinya meminta ijin untuk patungan dengan teman-temannya menyewa limousin untuk acara prom night nya. “Anak-anak di Sudan itu membutuhkan uang, dan kamu mau menghamburkannya untuk sebuah limo?”, bentak ayahnya.

Menurutku sah-sah saja orang mau beli tas merk, sepatu puluhan juta, mobil mewah, kalo memang orang itu sangat luber kekayaannya sampai tidak tahu lagi mau dipakai apa. Tapi aku menyayangkan banyak orang terutama generasi muda, giat menabung dan berhemat dengan tujuan untuk beli tas puluhan juta. Orang-orang ini membeli tas hanya untuk menunjukkan status sosialnya, menaikkan derajatnya, dan untuk memuaskan gengsinya di kalangan teman-temannya. Singkat kata: untuk pamer.

Kata-kata Cinta Laura dan si Evangelist tadi membuatku merenung, buat apa sih kita menggelontorkan duit 30 juta untuk sebuah tas? Masih banyak anak-anak di Ethiopia yang makan saja tidak bisa. Kita ini sudah beruntung punya rumah, bisa makan dan hidup secara layak. Tulisan ini sekaligus untuk mengingatkan aku, saat nanti aku kaya raya luber kemana-mana *ngarepdotcom*, hendaknya aku ingat bahwa diluar sana masih banyak anak yang kurang beruntung. Use your money wisely. We are blessed to bless.

24 Bulan Menyusuimu Desember 21, 2011

Posted by t3ph in Cuap-cuap curhat.
Tags: , , , , , ,
1 comment so far

Masih kuingat hari pertama melihatmu, begitu mungil dan rentan. Saat pertama belajar menyusuimu, Mama bener-bener gatau caranya. Suster di rumah sakit mengajar dengan setengah hati, Oma dan Emak mu juga tidak pernah memberikan ASI. Mama having no clue saat itu, tidak tahu harus belajar kepada siapa. Tapi melihatmu yang enjoy menghisap, entah ide dari mana asalnya, Mama sangat ingin bisa menyusuimu. Sampai sekarang ada penyesalan kenapa Mama tidak terpikir belajar tentang ASI sewaktu hamil, apalagi yang namanya ASI eksklusif Mama sama skali tidak tahu. Yang Mama tau ya bayi minum dari susu botol (karena itulah yang nampak di smua sinetron Indonesia dan berbagai iklan produk susu itu), sedangkan ASI akan otomatis keluar sendiri saat Mama melahirkan. Itu tidak benar. ASI ku baru keluar hari kelima. Mama membiarkanmu diberi susu formula di Rumah Sakit. Bahkan setau Mama kamu boleh ke kamar Mama cuma dua kali sehari, yaitu waktu pagi setelah dijemur dan sore setelah mandi. Belakangan Mama baru tau kalo teman Mama bisa ke ruangan Bayi 2 jam sekali dan menyusui bayinya disana. Tidak seperti sekarang, Rumah Sakit mendukung rooming-in supaya bayi bisa disusui kapan saja.

Masa 2 bulan pertama, Mama benar-benar stres. ASI yang kluar sedikit, pertama kali mencoba memerah dengan pompa listrik AVENT hanya mendapat 20 ml, besoknya 30 ml. Dan bencana utama adalah suster yang kuambil dari yayasan ini ternyata tidak mendukung ASI. Bisa baca cerita lengkapnya disini dan disini. Kadang Mama menangis sendiri karena merasa gagal sebagai ibu. Merasa payah sekali dan kesal karena ASI yang keluar sedikit. Ditambah omongan suster yang nggak mikir kalo ngomong sama majikannya. Dia bilang ASIku sedikit lah, menegur kalo aku makan gorengan lah, pernah semalaman aku dilarang tidur sama bayiku karena aku sedang flu (Coba ya, mana suster mana majikannya?). Lapor ke mertua dan mamiku kalo ASI ku sedikit dan supaya mereka menyuruhku berhenti memberikan ASI. Oh dan bahkan dia mendikteku dalam memberi susu formula. Dua jam sekali bayiku dijejali susu formula sehingga bayiku tidak terlalu niat menyusu padaku. Mamiku mendukung susterku dan berkata di belakangku untuk tetap memberikan susu formula dua jam sekali regardless what I said. Susterku diam-diam sengaja memberikan susu formula persis sebelum kususui, supaya anakku tidak mau kususui (baru kutahu belakangan dari asistenku yang lain). Dan berbagai komentar pedas soal ASI ku. Pokoknya dua bulan itu I am really in mood swing, almost like baby blues. Satu-satunya orang yang mendukungku memberikan ASI hanya suamiku, thanks God, it was really meaningful.

Seperti kebanyakan bayi lain yang minum susu botol sejak lahir, bayiku mengalami bingung puting. Sebulan pertama, kamu meronta-ronta saat akan kususui. Walau hati ini sakit, Mama belum mau menyerah. Mama selalu menyusuimu saat kamu sedang ngantuk-ngantuknya, sehingga kamu tidak kuasa menolak. Mama pernah menggendongmu keliling kamar sambil menyanyikan lagu sambil menyusuimu. Dari menangis keras akhirnya lama-lama kamu mau menerima juga. Mama berharap diberi kesempatan menyusuimu setidaknya sebulan saja.

Setelah sebulan lewat, Mama berharap setidaknya bisa menyusuimu 3 bulan saja. Apalagi di bulan kedua kamu mulai menikmati diberi ASI. Mama suka saat-saat kamu nemplok dan mata kita bertatapan. Matamu yang bulat dan berbinar itu memberikan Mama semangat yang besar untuk terus menyusuimu. Mama membaca buku-buku ASI, Mama pergi ke klinik laktasi, belajar massage payudara, belajar memerah dengan tangan, ikut seminar laktasi, ikut mailing list asiforbaby. Tidak disangka setelah umurmu 2 bulan kamu justru lebih suka ASI daripada susu formula. Di usia 3 bulan, kamu menolak diberi susu botol saat sadar. Kamu hanya mau susu botol dalam keadaan tidur. Mama sempat berusaha relaktasi untuk kembali full ASI. Tapi setelah beberapa saat beratmu ditimbang, DSA mengatakan kurang bagus, pertumbuhanmu kurang optimal katanya. Rasanya Mama ingin menangis di depan DSA itu. Mama coba ke DSA lain yang pro ASI. Tapi pada akhirnya Mama sadar, bahwa Mama sudah melakukan segala cara dan semaksimal mungkin untuk memberikan ASI. Kalau pada akhirnya memang tidak bisa full ASI, itu karena kesalahan dari awal kamu sudah diberi susu formula 700-800 cc perhari. Yang mana buat Mama sulit banged untuk mengejarnya. Yang terpenting adalah kamu tumbuh sehat, dan Mama menyusuimu adalah demi kamu, bukan demi obsesi Mama. Itu sangat melegakan Mama.

Di usia 7 bulan kamu menolak botol dot sama sekali bahkan di waktu tidur. Tapi lucunya kadang kamu mau ASI perah yang kumasukkan ke botol dot. Karena itu Mama semakin giat memerah. Jam 2 dan jam 4 pagi Mama sengaja bangun untuk memerah. Kalo diingat-ingat waktu itu rasanya seperti sapi, sgala kesempatan untuk perah perah dan perah :D   Tapi Mama senang sudah melewati 6 bulan, artinya sekarang kamu sudah mulai makan dan beban di pundak sedikit terangkat. Paling tidak beratmu bisa ditambah dari makanan juga, pikirku. EH ternyata usia 8-13 bulan kamu susahhh sama skali untuk makan. Minum susu formula juga susah dan disendoki. Kamu hanya suka ASI. Berbulan-bulan Mama stres, dan mencari-cari jawaban atau saran di mailing list mpasirumahan. Mama mencoba berbagai menu yang menarik, tapi kamu susah ditebak. Mama pergi ke berbagai DSA dan beberapa memberikan vitamin penambah nafsu makan, tapi tidak berefek. Akhirnya usia 13 bulan nafsu makanmu mulai stabil, mungkin juga kamu sudah tidak dilanda sakit tumbuh gigi. Tapi beratmu jadi hanya 9,5 kg saat 1 tahun (tidak mencapai 3x berat lahir). Padahal beratmu 8,1 kg saat 7 bulan. Tekanan untuk menghentikan ASI tetap terus ada. Mamiku menganggap kamu tidak mau sufor karena masih ASI. Mungkin jika aku menyapihmu, kamu mau tidak mau akan menerima susu lain. Tapi ada temanku yang tidak memberi ASI, tapi anaknya susah minum susu formula dan mesti disendoki. Ada temanku yang menyapih awal anaknya supaya anaknya mau sufor, tapi ternyata setelah disapih tetap tidak mau juga. Jadi aku memutuskan untuk tetap menyusuimu sampai 2 tahun.

Papahmu sangat mendukung. Bahkan dia menikmati saat-saat kamu menyusu. Katanya terlihat ‘so peaceful’. Memang begitulah kamu saat menyusu. Terlihat “dunia boleh badai dan goncang, tapi susu ibuku tetap milikku” :P Matamu bulat menatapku, tanganmu memainkan hidungku, rambutku, kancing bajuku, apa saja yang dalam jangkauan. Yeah dan begitulah 2 tahun tiba-tiba sudah dekat. Sejak 18 bulan aku mulai metode penyapihan awal: tidak menolak tapi tidak menawarkan. Dan kamu memang bukan ASI-addict. Kamu jarang minta dan lebih sering aku yang menawarkan, sehingga bagian ini mudah sekali. Usia 20 bulan kamu hanya menagih 2x sehari yaitu saat tidur siang dan saat tidur malam, tidak terhitung saat nglilir. Usia 23 bulan Mama mulai lebih intensif, berusaha menidurkanmu dengan cara lain selain menyusu. Menggendongmu, membacakan cerita, membiarkanmu bermain sampai kamu sangat-sangat ngantuk. Kadang berhasil, tapi lebih banyak gagalnya. Di satu titik Mama mulai frustasi, kamu yang Mama kira gampang disapih, ternyata di bagian menyusu-sebelum-bobo susah banged digantikan. Teman-teman Mama menyarankan untuk mengoles sesuatu di puting, seperti mereka menyapih balita mereka. Tapi Mama pernah membaca di majalah bahwa itu tidak baik untuk psilokogis anak yang tidak siap disapih mendadak. Mama punya olesan yang diberikan teman Mama, tapi Mama tidak memakainya dan berusaha maksimal menyapih dengan cara lain dulu. Tiga hari Mama membujukmu untuk tidur tanpa menyusu, sangat rewel dan kadang tidak tega. Tapi Mama membulatkan tekad. Akhirnya kamu tidak meminta lagi, ajaib, ternyata tidak sesusah yang aku bayangkan :D Mungkin karena Mama sudah sering memberi tahu kamu sejak 18 bulan, Mama sering bilang “kalo kamu sudah 2 tahun, kamu harus berhenti menyusu. Anak besar bobo ngga pake nenen.” Begitu Mama bilang setiap ada kesempatan.

Awal disapih Mama menidurkanmu dengan cara menggendongmu lama. Tapi sekarang kamu justru mau tidur di ranjang, tidur dalam pelukan Mama, dannn.. tanganmu menggerayangi perut Mama. Mungkin kamu masih kangen dengan skin-to-skin contact yang dulu kita punya. Sungguh Mama bersyukur, dulu Mama tidak mengira bisa menyusuimu sampai 2 tahun. Dari 3 bulan berharap bisa 6 bulan, setelah 6 bulan berharap diberi perpanjangan kesempatan sampai setahun. Setelah setahun Mama yakin ingin meneruskan sampai 2 tahun. Semuanya anugrah Tuhan semata-mata. Meski Mama sangat menikmati menyusuimu, Mama tau hal-hal yang baik ada waktunya untuk berhenti, dan sudah waktunya untuk menyapihmu. Mama berdoa smoga sgala usaha Mama berguna sebagai bekal masa depanmu dan smoga Mama bisa menyusui adik-adikmu kelak dengan lebih baik lagi.

 

Cium sayang dari Mama
teruntuk Wesley yang tersapih 2 bulan lalu

My Son Turn Two! November 7, 2011

Posted by t3ph in Cuap-cuap curhat, Handmade Corner, Pouch.
10 comments

Tanggal 24 Oktober kmaren, Wesley tepat berumur 2 tahun. Yey! Kabar terbaru dari anak ini: udah mulai skolah tiga minggu yang lalu, dan udah disapih smingguan yang lalu (wish me luck!). Cerita penyapihan kapan-kapan ya, kalo uda bener-bener berhasil, klo sekarang masi blom brani bilang soalnya baru sminggu si ya :P

Eniwe, kali ini nggak rayain seperti tahun lalu. Kita cuma makan-makan biasa di chinese food resto. Dan kebetulan dia sala satu vendor untuk engagement adikku minggu depannya. Jadi kita skalian tes food disitu, gratis bok muahaha :D

Aku baru ‘ngeh’ kalo anakku mau ultah kira-kira 5 hari sebelomnya. Tiba-tiba kepikir, kan skarang dia dah skolah ya, biasanya anak skolah kan bagi-bagi goodie bag kalo ultah yaa.. Arghhh! Gimana nih?! Mami pikun *jedokin-kpala-ke-kasur* Langsung buru-buru bsoknya aku blanja bahan, ngebut 4 hari untuk jahit. Susahnya ni barengan pas lagi sapih, jadi tidur siang pun rewel minta gendonggg mulu. Kapan donk aku bikinnya? hiks terpaksa ngebut waktu malam sampe jam 1-2.

Ini hasilnya :)

Handmade pencil-case with stationary inside

Itu pencil-case yang agak gede (posisi berdiri), untuk gurunya Wesley hehehe :D

Turning Two

Happy Birthday Son, mommy loves u ^^

Fobia Pesawat Oktober 25, 2011

Posted by t3ph in Cuap-cuap curhat, Jalan-jalan & Kegiatan.
Tags: , ,
2 comments

Beberapa hari lalu aku harus ke Jakarta karena suatu urusan. Aku pergi pagi dan pulang sore, karena tidak tega meninggalkan si kecil terlalu lama. Jujur saja, walaupun aneh di jaman yang mobilitas dituntut tinggi, tapi.. jeng jeng jeng! Aku takut naik pesawat! Bagian yang paling kubenci dari travelling adalah naek pesawat (Dan bagian yang menyenangkan adalah memilih baju alias packing). Perasaan galau dan aras-arasen kurasakan semalam sebelumnya. Kalo boleh memilih, ingin rasanya tidak pergi. Apalagi sudah bertahun-tahun tidak pernah aku naek pesawat sendirian.

Sebenarnya dulu semasa kuliah aku nggak takut naek pesawat. Lha kuliah aja di Sydney. Jaman itu nggak ada penerbangan langsung dari Semarang ke Sydney (sampe skarang juga gak ada kale!). Yang ada aku terbang dari Semarang ke Jakarta, transit 3 jam, lalu terbang lagi Jakarta-Sydney (kalo naek Qantas), atau Jakarta-Bali-Sydney (Garuda), atau Jakarta-Singapore-Sydney (SQ – Singapore Airline). Walo rute terakhir itu yang paling lama (+- 13 jam), tapi aku paling sering naik SQ kalo berlibur ke Indonesia. Kenapa? Pertama, fasilitasnya: ada mini TV untuk tiap penumpang. Jaman itu Garuda belom ada TV masing-masing seperti sekarang. Jadi lumayan, walaupun belasan jam tapi bisa nonton 2-3 film biskop di SQ. Kedua, merasa lebih aman, penerbangannya relatif mulus, smooth, bahkan landing nya paling alusss menurutku dari smua maskapai lain.

Nah mulai kapan ya aku takut naik pesawat? Aku pernah mengalami penerbangan terburuk sepanjang hidup, rute Bali-Sydney naek G*****. Waktu takeoff sih mulus-mulus aja, nah pas udah diatas itu, sepertinya ada badai ato gimana, yang berikutnya aku tau: pesawatku seperti roller coaster. Dalam 5 menit goncanggg terus, berhenti goncang 1 menit, lalu goncanggg lagi. Begitu terus selama 7 jam, hah gimana nggak stres tuh. Udah gitu, aku sendirian dan pesawatnya sepiii banged. Yang naek sedikit. Mau ditidur-tidurin, dimerem-meremin biar nggak kerasa, gak bisaa.. Kerasa sperti syut syutttt… (pernah naek tower yang diluncurin tiba-tiba dari atas itu gak? Yang berasa roh nya ktinggalan diatas? Nah seperti itu tuh) Rasanya mabuk udara + mual. Dan sampai hari ini, menurutku itu adalah salah satu pengalamanku closest to death (yang satunya lagi pas aku tenggelam di kolam renang umum waktu umur 12 tahun). Waktu itu aku udah nggak berdoa lagi supaya pesawatnya bisa mendarat selamat. Aku berdoa supaya aku masuk Sorga. Yeah I was that sure that my plane will never make it. Jadi ketika akhirnya roda pesawat itu mendarat dan selamat, aku hampir-hampir tidak percaya! Bahkan beberapa orang di bangku depanku bertepuk tangan and give applause to the pilot.

Penyebab yang kedua, aku rasa setelah kejadian Adam Air jatuh. Liputannya di koran, TV, dan berbagai forum di internet aku ikuti. Berbagai analisa dan spekulasi aku ikuti. Dan bener-bener ngeri loh. Itu pesawat di udara bisa tiba-tiba menukik tajam lalu terjun ke laut (masih inget bener gambar ilustrasinya di koran). Padahal setahuku, pesawat itu paling aman kalo lagi di udara. Sebab data membuktikan bahwa kecelakaan pesawat terbanyak adalah waktu landing, yang kedua waktu take off, dan ketiga (yang sangaaat jarang) adalah waktu di udara. Jadi serem kan, kalo tanpa diketahui penyebabnya, pesawat di udara bisa tiba-tiba lost contact dan jatuh?! Gara-gara kebanyakan ngikutin berita ini, aku jadi sering ngebayang-bayangin dan takut sendiri!

Nah untungnya kmaren ini, baik penerbangan pagi maupun sorenya, tergolong mulus. Tapi tetep aja pikiran-pikiran buruk itu ada mampir maen di kepalaku. Mataku udah mengincar pintu Emergency exit dan membayangkan apa yang harus kulakukan kalo ada Emergency landing (yang pertama kulakukan adalah membuang sepatu hak tinggiku). Bahkan saat penerbangan kedua, ketika aku dapat seat sebelah Emergency exit persis, aku bisa membayangkan berbagai skenario. Misalnya bagaimana kalo pintu ini menutup kurang sempurna dan jebol? Lalu kursi penumpang  (terutama kursiku yang sebelahnya persis) tercabut dari karpet dan tersedot keluar (Well, ini pernah kutonton di Aircraft Disaster Investigation di Discovery Channel). Lalu muncul ide cemerlang, aku bisa menggunakan tas Longchamp ku sebagai payung seperti di terjun payung. Tentu setelah kukosongkan isinya.

Lalu aku teringat kisah anak teman papamamaku. Suami istri (anak dan menantu dari teman ortu) dirampok dan tewas dibunuh. Meninggalkan dua anak masih umur 4 dan 2 tahun. Anak-anak itu bertanya kepada kakekneneknya, Mama mana? Papa mana? Miris banged kan. Kenapa juga aku inget kisah-kisah gini saat aku travelling tanpa anakku. Haish!

Yah mungkin dibilang fobia sih masih level 1. Toh aku tetep milih naek pesawat daripada naek kereta ataw mobil ataw kapal. Tapi sbenernya, apakah ini tergolong paranoid?

Why do we get married? Oktober 4, 2011

Posted by t3ph in Cuap-cuap curhat.
Tags: , ,
add a comment

People get married, have children, and grandchildren so on so on.. But why?

Some people say it is human nature, just like animal. They tend to get a mate and having a family.

Some friends said to fulfill God’s will: “Be fruitful and multiply. Fill the earth and govern it…”

Some said they don’t want to grow old alone and need friend for lifetime.

My friend said because her clock is ticking and her parents bugging her to get married soon.

My husband said he didn’t want to get married, but then he met me and change his mind. :)

I went to my bestfriend wedding yesterday. She is my friend since kindergarden, high school, and university. We didn’t go to same uni, but we were roomate back then in Sydney. So her family was like my family too. She marry a man, whom also my friend. Actually I’m the person to make them met. I still remember the day I brought her to him, one day in Sydney Darling Harbor eight years ago. So when I see them get married yesterday (after a long journey), I wonder what make them took the decision. I always think it is a man’s responsibility to took the decision and propose the girl. A man usually love his freedom and ‘me-time’, and some men doesn’t want to get married until he has enough money. But hey, enough is never enough rite? So why our partner marry us finally?

I think they love their freedom, career & dream, but they love us MORE that he would not let us go from his life.

People said many different reasons on why they get married. But I believe LOVE is the big power behind all these. Something that make human sacrifise his half-life for another human. Just like Jesus give His life to human. LOVE.

Congratulations my friend, someone wants to spend the rest of his life with you. I wish u a happily-ever-after ;)

Kabar-Kabari (2) September 29, 2011

Posted by t3ph in Cuap-cuap curhat.
1 comment so far

Lama ga update blog yah, halo my silent readers and blog friends :) I’m back! These what kept me busy lately:

1. Anak
Wesley (23bln) uda mulai cerewet loh, suka merintah2 dan bisa ngomong 1 kalimat 3 kata: “ini punya mamah!” trus “duduk mamah, dudukkkk!” trus klo dicicipin makanan yang ngga doyan dia bilang:”ngga enak!” (geleng-geleng sambil muka mengernyit2 ajaib). Kadang suka maksa, suka naik ke meja makan ambil snack (bsok harus kusingkirkan sgala snack ga sehat itu dari meja), tapi wlo ni anak suka ngemil, blakangan makannya oke lumayan, tapi kok ga gemuk-gemuk ya?!

2. Bikin Website
Banyak yang kaget denger aku bikinin website :P  Kenapa ya? Apa tampangku terlalu girly, lemah lembut gemulai (Ehm!), sehingga orang lebih percaya aku lulusan disain daripada lulusan IT? Hihihi. Awalnya sih sekedar membantu perusahaan suami yang ingin membuat website, daripada orang lain yang bikin dan biaya mahal, aku bikinkan aja. Toh dulu aku pernah kerja setahun sebagai senior web developer di Sydney,  itung-itung inget-inget programming lagi lah ya.. Nah dari situ eh beberapa kenalan minta dibikinin website juga, ya uda rejeki nggak nolak :)

3. Weddings
My sister and my bro in law getting married next month! Bantu-bantu persiapan adikku dan sibuk wirawiri ke penjahit bikin baju. Mana bajunya blom jadi smua, sminggu ini bener-bener busy week. Lusa aku uda berangkat Jakarta untuk my best friend’s wedding, trus sminggu kemudian my bro in law’s wedding. Akhir bulan is my sis’s engagement. Trus awal Nov my sis’s wedding. Bener-bener deh 2 bulan ini bakalan bolakbalik Semarang-Jakarta.

4. Yang ini quilty pleasure – nonton film Korea
Terakhir kali aku nonton film-film bginian tuh waktu aku di Sydney. Pulang kerja, leyeh-leyeh di sofa, nonton Korea sampe tengah malam, sendirian. Sejak balik for good di Indo, rasanya ga sempet nonton film-film berseri. Sibuk pacaran, pergi ama family, nikah, beranak, uda ga sempet deh nonton film berseri. Tapi kmaren entah knapa tiba-tiba kepengen. Jadi aku nonton My Fair Lady, hihi I know dah lawas ya,  tapi lumayan kocak lohhh.. Entertaining!

Ceritanya tentang seorang cewek yang superduperkaya, yang sifatnya jelek, bossy banged dan merendahkan orang lain. Nah dia dapet bodyguard baru, yang punya misi untuk merubah sifat buruknya (dan misi rahasianya: menggaet cewe kaya ini untuk melunasi utangnya). Yah kliatannya mereka bakal fall in love one another. Gatau deh baru sampe seri 6 hahaha! Betah nontonnya sbab aku suka pemain cewenya, cakep dan fashionable abis, serasa nonton fashion parade. Klo liat cewe ini, jadi inget Paris Hilton :P

Sekian yah, mesti packing lagi nih buat lusa!

DC: Childhood Dreams April 7, 2011

Posted by t3ph in Cuap-cuap curhat, Illustration.
Tags: , ,
3 comments

Seperti kebanyakan anak-anak, dulu waktu aku masih SD, aku punya banyak mimpi tentang akan jadi apa aku nantinya. Salah satunya yang paling konsisten adalah komikus. Waktu SD aku demen banged baca komik. Koleksi komik bejibun, dari Doraemon sampai serial cantik. Nah ditunjang dengan hobi menggambar, jadilah aku suka menggambar tokoh-tokoh komik. Bahkan aku sering membuat cerita komik (walaupun yang berhasil ku-tamat-kan ceritanya cuman 1 hihi). Dulu koleksi gambar komikku ini sampai 1 laci, ketika akhirnya ada yang tamat, aku jilid trus kasi liat ke mama. Yah pokoknya waktu itu, aku merasa jalan hidupku adalah komikus. Dan pengennn banged ke Jepang – tapi sampe sekarang blom kesampean.

Kalau mundur waktu lagi, dulu pernah juga lo pengen jadi ballerina. Apalagi kalau bukan karena keranjingan baca Mari-chan. Wah itu serial top banged deh. Dari Happy Marry-Chan sampai Lovely Mari-chan, semua ceritanya tentang balet, anak angkat dan anak kandung (sampe bingung saking ruwetnya). Gini-gini aku dulu pernah les balet loh hahaha.

Semakin gede, mimpi-mimpi itu juga pudar. Berganti mimpi-mimpi yang lain. Sekarang kalau liat mimpi pas kecil, kok konyol banged ya. Tapi mendingan mimpiku dah daripada adik yang pas kecil kalau ditanya mau jadi apa, jawabnya: mau jadi tukang parkir! *dengan muka bangga lagi* hihihi. Oh ya yang jelas dulu pas kecil aku gak mau jadi artis.

Berikut cerita dari Mama
Mama: *lagi nonton TV bareng-bareng* Nik kalau dah besar mau masuk TV ga?
Aku (anak TK): gamau ah!
Mama: Loh knapa kok gamau? *agak-agak kuciwa*
Aku: Ntar kalo aku masuk TV gimana donk ga bisa keluar ketemu papa mama lagi.. *muka sedih*
Mama ketawa ngakak guling-guling.

Dalam bayanganku waktu itu, TV adalah sebuah kotak yang di dalamnya tinggal manusia-manusia yang tugasnya memberi hiburan buat kita. Jadi pikirku ih ngapain donk tinggal di kotak sempit bgitu, gabisa keluar-keluar dari kotak. Hahahaha naif banged ya pikiran anak kecil?

Sebenernya makin kita muda, mimpi kita makin naif. Smakin kita dewasa, mimpi kita cenderung realistis – atau bahkan tidak punya mimpi. Buatku sih mimpi itu kebutuhan. Something that make my life brighter, full of smile, energetic, & optimistic. Something that make me excited for tomorrow. Something that make me alive. So keep dreaming! And dream BIG. And don’t forget to pray :)

PS: gambarnya kubuat sesuai lagu ‘Balonku Ada Lima’ hihihi

DC: What’s Inside My Bag? Maret 29, 2011

Posted by t3ph in Cuap-cuap curhat, Illustration.
Tags: , , ,
2 comments

Sudah lupa ini Drawing Challenge ke berapa yah haehehe, saking lama bolosnya *malu*.

Here is sneakpeak of what inside my bag..

1. Charles & Keith bag – bought this last month and love it so much. Di gambar warnanya seperti coklat ya, aslinya warna peach (jarang banged daku punya properti warna pastel) and looks very classic.

2. Blackberry – gadget yang mendunia dan merakyat. Kmaren sempet takjub kok si sus pake Blackberry juga, ternyata setelah dipelototin merknya lain, tapi bentuknya mirip banged lho!

3. LV wallet – a gift from misua

4. Lipstick from Clinique – yang ga abis-abis. Knapa ya aku lamaa banged ngabisin 1 lipstick, kayanya butuh waktu lebih dari setahun.

5. Kunci kamar – ini gantungannya spesial loh. Tulisannya: Worlds Greatest House Wife, di baliknya: Happy to be a cleaning, cooking, washing, 100% overworked and underpaid Housewife. Sbenernya daku punya satu gantungan lagi yang tulisannya Worlds Greatest Graphic Designer (cita-cita gag kesampean), tapi misua mala pasang yang ini buat kunci kamar. Maksud misua–> sudahlahh kamu jadi ibu rumah tangga aja -_-’

6. Notebook – agenda kecil buat nyatetin jadwal sehari-hari

7. Parfum The Woman by Olla Ramlan – bentuknya roller dan baunya enak. Karena bentuknya kecil dan gak nyusahin – ga bisa pecah or tumpah, ini jadi andalan kalo travelling.

Dikit banged ya isi tas ku? Iya donk, biar ringan dan bahu ga keberatan beban :D

Tutorial Tas Handmade Pink Bunga Maret 22, 2011

Posted by t3ph in Handmade Corner, Proyek Tas.
Tags: , , , , , ,
42 comments

Karena banyaknya permintaan dari para pembaca blog, maka kucoba bikin tutorial dari tas di postingan yang ini.

Karena uda aga lama bikinnya, dan waktu itu ga banyak moto2, maapkan ya kalo tutorialnya agak sulit dimengerti. Tapi aku harap pembaca yang pinter-pinter ini tetep ngerti dan bisa berimajinasi sendiri (maksa). Hehe mari dimulai..

Bahan:
- kertas karton
- kain katun motif bunga (untuk luaran)
- kain katun polos warna merah (untuk daleman)
- kain keras
- 1 ristluiting
- 1 selang plastik
- 4 gasper kuningan

Alat: gunting, benang, jarum, setrika

Cara:
1. Buatlah pola terlebih dahulu di kertas karton. Untuk tas ini dibutuhkan 3 pola, ukuran pola sebenarnya terserah, tergantung ingin membuat tas yang besar atau kecil. Sebagai perbandingan, kucantumkan ukuran pola tas yang kubuat.

- 1 trapesium untuk sisi depan (A) dan sisi belakang (B) -> atas: 8,5cm; bawah: 31,5cm; kanan-kiri: 18,5cm 
 - 1 persegi panjang untuk sisi kanan-bawah-kiri (C) -> 65 x 12cm
- 1 persegi panjang untuk sisi atas: kanan ristluiting (D) dan kiri ristluiting (E). -> 33 x 5cm

Gunting pola yang sudah jadi.

2. Rentangkan kain pink bunga di atas ubin, dengan corak menghadap ke bawah. Lapisi dengan kain keras diatasnya. Lalu setrika supaya kain keras menempel di kain pink bunga. Sekarang kain pink bunga sudah menempel dengan kain keras di baliknya.

3. Salin pola karton tadi di kain pink bunga yang sudah menempel dengan kain keras. Gunting sesuai pola.

Lakukan yang sama dengan kain merah polos (tidak ditempel di kain keras).

4. Dengan sisi bagus saling berhadap-hadapan, jahit A dengan C, lalu C dengan B. Membentuk sebuah kantong tas dengan terbuka di atas.

sisi jelek

sisi jelek

sisi bagus

Lakukan yang sama dengan kain merah polos. Sisakan bagian yang tidak dijahit, biarkan berlubang kira-kira 10 cm, ini namanya ‘lubang sisa’.
Kalau suka, bisa tambah jahit kantong di bagian dalam. Kantong ini dari kain merah dilapis kain keras.

kain merah dilapis kain keras untuk membuat kantong

5. Jahit potongan kain pink bunga berlapis kain keras (ukuran 5 x 3cm) ke badan tas. Ini untuk cantolan gesper.

6. Untuk sisi atas, D dan E akan disatukan oleh sebuah ristluiting. Dengan sisi bagus berhadap-hadapan, jahit D dengan ristluiting, lalu ristluiting dengan E.

7. Gunting dua buah persegi di kain pink bunga berlapis kain keras. Namakan ini F dan G. Lipat F lalu jahit di masing-masing ujung D dan E, lipat G lalu jahit di ujung yang lain dari D dan E.

8. This is the tricky part.. Di balik sisi bagus ristluiting (sisi D dan E dan ristluiting yang sudah menyatu, mari sekarang kita sebut ‘sisi atas’), jahitkan sisi kain merah polos (yang sama persis ukuran dengan D) di ristluiting bagian bawah. Lalu jahitkan kain merah polos (yang sama persis ukuran dengan E) di sisi ristluiting yang satunya lagi.

Jahit ‘sisi atas’ ini dengan daleman kain merah polos, dengan sisi jelek di luar dan sisi bagus saling berhadapan.

9. Jahit sisi atas ini dengan kain pink bunga (yang sudah berbentuk tas terbuka), dengan sisi bagus menghadap ke dalam.

10. Melalui ‘lubang sisa’ kain polos merah yang tadi tidak dijahit, tarik dengan hati-hati seluruh kain tas. Sehingga sisi yang bagus akan berada di luar. Tahapan ini namanya ‘membalik tas’. Setelah dibalik, maka akan jadi seperti ini:

11. Jahit ‘lubang sisa’ tadi dengan tusuk selip sehingga tertutup dan tidak ada lubang lagi. Masukkan daleman kain merah ke bagian dalam tas.

12. Mari kita membuat handle tas. Handle ini terbuat dari selang plastik seperti ini:

selang plastik

Lalu lilitkan kain pink bunga di selang plastik, lipat kelim masing-masing sisi dan jahit. Biarkan beberapa cm di ujung lepas tanpa dijahit. Potong selang sesuai panjang handle yang diinginkan.
Selipkan ujung selang berlapis kain di gasper. Jahit.

handle tas

Jadilah sudah: tas pink bunga ala stefanie ;)

tampak luar

tampak dalam

Sekian. Smoga membantu para pecinta tas handmade yah :)

PS: Kayanya ini postingku dengan foto terbanyak deh hahaha!

DC 6: Gadget Maret 14, 2011

Posted by t3ph in Illustration.
Tags: ,
4 comments

Kok tiba2 6? Hihi soalnya yang lalu kan aku post 3 drawings sekaligus.. bole donkk? bole lah boleh boleh! *maksa*

My lovely gadget, yang selalu jadi penghibur di kala bosan menunggu antrian panjang, di mobil, ataw sambil nyusuin anak yang udah ketiduran (ini paling sering) hahaha..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.